Ini adalah bukti nyata bahwa menyelamatkan lingkungan dan mengangkat harkat martabat manusia bisa berjalan beriringan dalam satu napas kebaikan.
Melalui sinergi di Muktamar V Wahdah Islamiyah ini, ruang dakwah diperluas melampaui sekat-sekat ruang kelas. Para dai tidak hanya bertindak sebagai penyampai risalah agama, tetapi juga hadir sebagai teladan dan sahabat lingkungan yang menuntun umat untuk bijak mengelola sampah, mencegah pencemaran, dan merawat bumi dengan penuh ketulusan.
Menteri Jumhur menutup pesannya dengan sebuah refleksi yang menyentuh: Tobat Ekologis adalah wujud keberanian kita untuk berbenah, merangkul kesalahan masa lalu, dan mengambil tanggung jawab penuh demi masa depan anak cucu.
Kolaborasi ini membuktikan bahwa tangan-tangan yang tulus mencintai agama adalah tangan-tangan yang paling gigih merawat kehidupan.
Laporan: Humas Muktamar V WI












