banner 728x90

Pejuang Hizbullah Beri Kejutan Israel dengan Rudal “Burkan” dan Drone “Kamikaze”

  • Bagikan

NusantaraInsight, Lebanon — Pejuang Hizbullah Lebanon memberikan kejutan kepada Israel, dengan mengeluarkan taktik terbarunya untuk menyerang.

Mengutip media Arab, Asharq Al-Awsat, taktik terbaru Hizbullah ini mewakili sebagian kecil dari persenjataan dan strategi perang. Setidaknya taktik Hizbullah ini menjadi salah satu elemen penting jika cakupan konflik meluas, sehingga menyisakan ruang untuk memberikan efek kejut kepada Israel.

Dalam sebuah pidato baru-baru ini, Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah mengumumkan, adanya eskalasi kuantitatif dalam jumlah operasi dan jenis senjata yang digunakan.

“Untuk pertama kalinya, pesawat tanpa awak (drone) Kamikaze dan rudal ‘Burkan’ dengan berat antara 300 kilogram dan setengah ton telah dikerahkan,” ungkapnya mengutip Asharq Al-Awsat, Minggu (19/11/2023).

Menurut sumber yang dekat dengan Hizbullah, rencana dan strategi telah disusun untuk menavigasi pertempuran saat ini, dengan persiapan yang juga sedang dilakukan untuk perang yang komprehensif. Mereka mengaitkan kemungkinan meluasnya perang dengan memburuknya situasi di Gaza.

Dalam perang yang sedang berlangsung di Lebanon selatan, Hizbullah dan Israel terutama mengandalkan pesawat tak berawak, sebuah faktor yang memainkan peran minimal dalam perang terakhir mereka pada tahun 2006.

BACA JUGA:  Warga Gaza Shalat Ied di Reruntuhan Masjid

Selain itu, rudal Burkan yang canggih telah diperkenalkan ke dalam peperangan untuk pertama kalinya.

Riad Kahwaji, yang mengepalai Institute for Near East and Gulf Military Analysis (INEGMA) di Dubai, menunjukkan bahwa Hizbullah telah meluncurkan empat rudal Burkan, yang masing-masing memiliki hulu ledak lebih dari 100 kilogram.

Kahwaji, berbicara kepada Asharq Al-Awsat, menjelaskan bahwa Hizbullah menggunakan pesawat tak berawak bunuh diri untuk melakukan serangan dan spionase, menyoroti bahwa taktik serangan terkoordinasi, yang diluncurkan dari berbagai lini, merupakan pedang bermata dua, yang menciptakan target tambahan bagi Israel.

Menurut Kahwaji, Hizbullah saat ini berusaha untuk bertempur dengan gaya militer konvensional, menempatkannya pada posisi yang tidak menguntungkan karena Israel memiliki keunggulan udara, memungkinkannya untuk memantau pergerakan para operator partai dan meninggalkan korban yang lebih besar di antara para anggotanya.

Sementara itu, Hizbullah dan Israel saling menembakkan roket dan rudal di daerah dekat perbatasan Lebanon-Israel sejak Sabtu (18/11/2023).

Hizbullah yang didukung Iran mengatakan pihaknya menembak jatuh sebuah drone Israel di dekat perbatasan pada Sabtu dini hari. Militer Israel mengatakan pihaknya mencegat rudal yang ditembakkan ke pesawat tak berawak Israel. Reuters tidak dapat memverifikasi kedua pernyataan tersebut.

  • Bagikan