banner 728x90

Israel Bombardir Gaza, 2,3 Juta Orang Terisolasi

  • Bagikan

NusantaraInsight, Gaza — Pasukan Israel kembali meluncurkan sejumlah roket di perbatasan Israel-Gaza pada Sabtu, (28/10/2023), sebagai bagian dari serangannya yang terus-menerus terhadap Gaza. Serangan ini meliputi serangan udara, serangan darat, dan peluncuran rudal yang intensif.

Pertahanan Sipil Gaza mengatakan bom dan roket dari Israel menghancurkan ratusan bangunan dan rumah warga. Serangan darat yang terus-menerus berbarengan dengan serangan udara dari pasukan Israel. Komunikasi lumpuh di Gaza dan membuat populasi 2,3 juta orang terputus dari dunia luar.

Seperti dirilis oleh Reuters, serangan dari Israel yang bertubi-tubi membuat langit Gaza tiba-tiba memerah ketika ledakan akibat serangan udara Israel terjadi. Pasukan Israel yang disokong penuh oleh tank meluncurkan serangan semalaman di Gaza sejak Rabu dan Kamis malam. Namun, serangan pada Jumat kemarin adalah yang terbesar dengan efek kerusakan paling parah.

Merespon serangan itu, Hamas bersumpah akan membalas Israel dengan kekuatan penuhnya.

Brigade Al-Qassam dan seluruh kekuatan perlawanan Palestina sepenuhnya siap menghadapi agresi (Israel) dengan kekuatan penuh dan menggagalkan serangannya,” tulis hamas dalam pernyataan resmi, dikutip dari Reuters, Sabtu, (28/10/2023).

BACA JUGA:  Kesal Anaknya Ditegur Merokok, Guru Dikatapel Orang Tua Murid

Sementara itu juru bicara Militer Israel Daniel Hagari menerangkan Israel memperluas operasi melalui serangan darat untuk menumpas Hamas.

“Selain serangan yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir, pasukan darat memperluas operasi mereka malam ini,” katanya.

Disisi lain Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan resolusi gencatan senjata kemanusiaan yang telah dirancang negara-negara Arab dan menuntut akses bantuan ke Gaza dan perlindungan warga sipil.

Meskipun tidak mengikat, resolusi tersebut memiliki nilai politik dan mencerminkan suasana global.

Keputusan tersebut disambut dengan 121 suara mendukung, sementara 44 suara absen dan 14 suara termasuk Israel dan Amerika Serikat memilih tidak mendukung resolusi itu.

Namun, setelah Israel mengumumkan peningkatan operasi, juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby mengatakan AS mendukung penghentian aktivitas militer Israel di Gaza.

Penghentian itu untuk memberikan bantuan kemanusiaan, bahan bakar, dan listrik kepada warga sipil di sana.

Kirby tidak mau mengomentari perluasan operasi darat tersebut.

Namun dia mengatakan Washington mendukung hak Israel untuk membela diri.

BACA JUGA:  Tanri Abeng Bertekad Perseroda Sulsel Jadi Percontohan

“Kami tidak menarik garis merah untuk Israel.” tuturnya.

  • Bagikan