News  

CIDES ICMI Sulsel Siap Jadi Pusat Kajian Strategis Pembangunan

Adi Suryadi Culla menegaskan, CIDES ICMI Sulawesi Selatan hadir bukan sekadar sebagai organisasi, melainkan sebagai pusat pemikiran strategis yang diharapkan mampu melahirkan rekomendasi kebijakan, penelitian, dan inovasi yang relevan bagi masa depan Sulawesi Selatan.

“Kehadiran para tokoh ini menjadi fondasi kuat bagi CIDES ICMI Sulsel untuk menjalankan perannya sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan, kebijakan publik, dan kebutuhan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadaban,” kuncinya.

Jajaran Dewan Pembina, MKPD CIDES ICMI Sulsel dipimpin oleh Ketua MPW ICMI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Arismunandar, M.Pd., didampingi Prof. Dr. Hj. Farida Patittingi, S.H., M.Hum. sebagai wakil ketua.

Dewan Pembina juga diperkuat sejumlah tokoh akademik dan profesional terkemuka, di antaranya Prof. Dr. Ir. H. Andi Tamsil, MS., IPM., Prof. Dr. H. Nurdin Noni, M.Hum., Prof. Dr. H. Sc. Agr. Ir. Baharuddin, Prof. Dr. H. Arifuddin Ahmad, M.Ag., Prof. Dr. H. Heri Tahir, SH., MH., Prof. Dr. H. Andi Syukri Syamsuri, M.Pd., Prof. Dr. Ir. Hj. Andi Majdah M. Zain, MS., hingga Dr. Ir. H. A.M. Yusran Paris, MM., MBA., IPU.

BACA JUGA:  Eks Napiter Makassar Ajak Masyarakat Jaga Toleransi Jelang Natal

Sementara itu, Dewan Pakar menjadi kekuatan intelektual utama organisasi. Dewan ini dipimpin Prof. Dr. H. Abd. Hamid Paddu, M.A. dengan wakil ketua Prof. Drs. Wahyuddin Halim, M.A., M.A., Ph.D..

Di dalamnya berhimpun puluhan profesor dan doktor lintas disiplin ilmu, antara lain Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, S.E., M.Si., Prof. Dr. H. A. Muin Fahmal, S.H., M.H., Prof. Dr. H. M. Tahir Kasnawi, S.U., Prof. Sofyan Salam, M.A., Ph.D., Prof. Dr. Amran Razak, S.E., M.Sc., Prof. Dr. H. Abustani Ilyas, M.Ag., Prof. H. Marsuki, DEA., Ph.D., Prof. Dr. Ir. H. Ansar Suyuti, S.H., M.T., IPU., ASEAN Eng., hingga Prof. Dr. Nurhikmah H., S.Pd., M.Si. Kehadiran para pakar ini menjadi modal penting bagi CIDES untuk menghasilkan kajian yang kuat dan berbasis keilmuan. ***