Arif juga mengusulkan lahirnya rumah-rumah inovasi di daerah sebagai wadah komunikasi dan pemanfaatan hasil riset antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.
Menurutnya, dunia saat ini sedang mengalami lompatan teknologi yang sangat cepat. Karena itu, Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perkembangan teknologi global.
“Dunia kampus harus menjadi pusat riset masa depan. Kita harus mampu melompat menjadi negara maju melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” tegasnya.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dapat melakukan orkestrasi berbagai hasil riset dan kajian perguruan tinggi agar menjadi dasar pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Perguruan tinggi memiliki banyak hasil penelitian yang bisa menjadi solusi pembangunan. Tugas kita bersama adalah menghubungkan hasil riset tersebut dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah,” pungkasnya.
Komposisi CIDES ICMI Sulsel
Pelantikan pengurus MKPD CIDES ICMI Orwil Sulsel dilakukan oleh Wakil Ketua Umum ICMI Bidang IPTEK, Agromaritim dan Lingkungan Hidup Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Jafar Hafsah, IPM.
Pada pelantikan turut dihadiri Ketua ICMI Sulsel, Prof. Dr. H. Arismunandar, M.Pd., dan Sekretaris ICMI Sulsel, Prof. Dr. Hj. Farida Patittingi, S.H., M.Hum dan pengurus ICMI lainnya.
Dewan pengurus harian yang dilantik tersebut ketua, Dr. H. Adi Suryadi Culla, M.A. sebagai ketua.
Ia didampingi delapan wakil ketua yang berasal dari berbagai latar belakang akademik dan profesional, antara lain Dr. Basti Tetteng, Dr. Rahmat Muhammad, Dr. Suardi Bakri, Dr. Alam Tauhid Syukur, Dr. Ihyani Malik, Dr. Nurussyariah, Dr. Nurjannah Abna, dan Dr. Andi Alfian Zainuddin.
Posisi sekretaris diemban oleh Dr. Andi Luhur Prianto, S.IP., M.Si., didukung enam wakil sekretaris, sementara bidang keuangan dipercayakan kepada Dr. Rosnaeni Daga, S.E., M.M. sebagai bendahara dan Dr. Dien Triana Abdullah, S.E., M.Si. sebagai wakil bendahara.
MKPD CIDES ICMI Sulsel membentuk enam divisi strategis.
Divisi Riset dan Pengembangan menjadi pusat produksi gagasan dan penelitian yang diperkuat oleh Yuhardin, Siswan Tiro, Setyawati Yani, Asratillah, Andi Nasri Abduh, dan Nursandy Syam.
Di bidang komunikasi publik, Divisi Media dan Publikasi dihuni oleh sejumlah figur yang aktif di dunia media dan komunikasi seperti Dr. Muhammad Yahya, Rusdin Tompo, Ahmad Sudirman Kambie, Ilham Husain, M. Nasrun Nur, dan Kamaruddin Azis.
Penguatan kolaborasi eksternal menjadi tanggung jawab Divisi Penguatan Jejaring dan Kemitraan yang diperkuat oleh Dr. Muhammad Natsir Mallawi, Andi Ahmad Yani, Dr. Ardiansyah S. Pawinru, Dr. Faisal Syam, Dr. Muhammad Yusuf Ali, dan Andi Ikram Rifqi.
Sementara itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi fokus Divisi Pendidikan dan Pelatihan yang beranggotakan Dr. Azwar Anwar, dr. Asriadi Ali, Ian Adrian Bustanuddin, Ilham Bakhtiar, dan Andi Sri Wulandani.
CIDES ICMI Sulsel juga membentuk Divisi Pengembangan Wilayah yang akan mengawal isu pembangunan daerah dan tata ruang, diperkuat oleh Muttaqin Azikin, Dr. Amruddin AE, Arief Wicaksono, Dr. Taufik Nur, dan Syamsul Alam.
Adapun Divisi Edukasi dan Advokasi yang beranggotakan Dr. Abdul Haris Hamid, Dr. Fadli Andi Natsif, Dr. Asis Nojeng, Masmulyadi, dan Nur Amelia akan fokus pada penguatan literasi publik, pendidikan masyarakat, serta advokasi berbagai isu strategis yang berkaitan dengan pembangunan dan keadilan sosial.
Adi Suryadi menilai, komposisi yang melibatkan puluhan profesor, doktor, akademisi, profesional, birokrat, dan tokoh masyarakat dari berbagai bidang keahlian,












