Empat Akademisi Internasional Berbagi Perspektif Tata Kelola di Unismuh

NusantaraInsight, Makassar – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Makassar menggelar Public Lecture Internasional bertema Governing Transformation: Sustainability, Ethics, Justice, and Technology in a Changing World, Rabu (22/7/2026), di I-GIFT Auditorium, Gedung Iqra Unismuh Makassar.

 

br

Forum akademik ini menghadirkan pembicara dari Indonesia, Filipina, dan India untuk membahas tantangan tata kelola pemerintahan di era transformasi digital, mulai dari isu keberlanjutan, etika, keadilan, hingga pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik.

 

Dekan FISIP Unismuh Makassar, Dr. Andi Luhur Prianto, mengatakan transformasi pemerintahan tidak cukup hanya ditandai oleh kemajuan teknologi atau pembaruan sistem administrasi.

 

Menurutnya, perubahan tersebut harus dibangun di atas fondasi etika, keadilan, keberlanjutan, dan kepercayaan masyarakat.

 

“Selamat datang di Makassar. Selamat datang di Universitas Muhammadiyah Makassar,” ujar Andi Luhur saat membuka kegiatan.

 

Ia menyampaikan apresiasi kepada para akademisi dari Filipina dan India yang hadir untuk berbagi pengalaman serta perspektif mengenai tata kelola pemerintahan di negara masing-masing.

BACA JUGA:  HIMPAUDI Penajam Paser Utara Kaji Tiru di KB Islam Terpadu Darul Fikri Makassar

 

Bangun Kolaborasi Lintas Negara

Dalam sambutannya, Andi Luhur memperkenalkan Makassar sebagai kota yang memiliki kedekatan historis dan geografis dengan negara-negara peserta.

 

Menurutnya, Indonesia dan Filipina sama-sama merupakan negara kepulauan di kawasan tropis yang menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang relatif serupa.

Sementara hubungan Indonesia dan India telah terjalin sejak lama melalui pertukaran budaya, ilmu pengetahuan, dan peradaban.

 

Ia berharap suasana hangat Kota Makassar dapat menjadi energi positif bagi lahirnya diskusi akademik yang produktif.

 

Selain memperkenalkan kekayaan kuliner lokal seperti coto, konro, dan pallubasa, Andi Luhur menegaskan pentingnya memperkuat jejaring akademik internasional sebagai ruang pertukaran gagasan mengenai demokrasi, teknologi, dan perubahan tata kelola pemerintahan.

 

Empat Akademisi Jadi Pembicara

Public lecture menghadirkan empat narasumber internasional.

Dari Polytechnic University of the Philippines, Pamela Grace C. Muhi membahas pembangunan berkelanjutan dan tata kelola pemerintahan.

 

Sementara Alexander P. Gonzales mengulas hubungan antara etika, legitimasi, dan kepercayaan publik dalam penyelenggaraan pemerintahan.

BACA JUGA:  Tim UKS SMAN 2 Enrekang Bagikan Tablet Tambah Darah

 

Dua akademisi dari India juga tampil sebagai pembicara, yakni Prof. Anbarasi G dari Government Law College, Chengalpattu, yang membahas transformasi sistem peradilan pidana melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan kebijakan perlindungan data.

brbr
brbr
br