Namun demikian, ia menegaskan bahwa seluruh upaya tersebut tidak akan berhasil tanpa adanya kesadaran dan kepedulian dari masyarakat.
“Persoalan sampah berawal dari individu. Karena itu perubahan juga harus dimulai dari individu. Mulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, lingkungan sekitar, hingga komunitas yang lebih luas,” tegasnya.
Pada momentum Hari Ulang Tahun Kota Makassar pada November mendatang, Pemkot Makassar juga berencana memberikan penghargaan kepada individu, kelompok tani, komunitas lingkungan, hingga perusahaan yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui berbagai langkah tersebut, Munafri berharap gerakan peduli lingkungan dapat menjadi budaya baru yang tumbuh dan mengakar di tengah masyarakat Kota Makassar.
“Dibutuhkan kolaborasi seluruh stakeholder agar sampah dapat dikurangi, diolah, dan dimanfaatkan dengan baik,” pungkasnya.
Sedangkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun 2026 melibatkan seluruh elemen masyarakat serta pemangku kepentingan di Kota Makassar.
“Kami melibatkan seluruh unsur yang ada, harapannya, gerakan ini dapat menyebarkan semangat yang sama kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar menjadi lebih baik ke depannya,” katanya, usai kegiatan di Makassar Creative Hub (MCH).
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan jajaran pemerintah, tetapi juga berbagai unsur masyarakat yang selama ini aktif dalam isu-isu lingkungan.
Pihak yang terlibat antara lain seluruh RT dan RW, lurah, camat, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), perusahaan daerah (Perusda), komunitas lingkungan, hingga perusahaan-perusahaan yang memiliki perhatian terhadap pelestarian lingkungan.
“Pada hari ini kami melaksanakan kegiatan kerja bakti secara serentak, mulai dari Balai Kota Makassar, hingga seluruh wilayah kelurahan, RT, dan RW. Semua bergerak bersama,” jelas Helmy.
Helmy menjelaskan, rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.
Sepanjang bulan Juni, Pemkot Makassar telah menyiapkan sejumlah agenda lanjutan yang bertujuan memperkuat edukasi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.
Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan di antaranya forum group discussion (FGD), pelatihan, workshop lingkungan, hingga partisipasi dalam pameran lingkungan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta.
“Hari Senin nanti kami akan melaksanakan FGD, selanjutnya, kami juga akan mengikuti pameran lingkungan yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta,” ungkapnya.













