“Ini adalah komitmen yang harus kita bangun bersama-sama untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dan semuanya bisa merasakan pembangunan,” sambung Appi
Sejaunini, perhatian Wali Kota Appi kepada warga di Kepulauan cukup besar. Terbaru, untuk pertama kalinya, pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) Pemerintah Kota Makassar menjangkau langsung tiga pulau terluar yang berpenghuni.
Terobosan ini menjadi kado pelayanan bagi masyarakat kepulauan dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar yang diperingati pada 9 November 2026.
Melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Pemkot Makassar menghadirkan layanan jemput bola di Pulau Langkai, Lanjukang, dan Lumu-Lumu.
Pulau tersebut masuk kategori Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T), masuk perbatasan selat dengan wilayah Provinsi lain.
Pelayanan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, agar seluruh masyarakat mendapatkan kemudahan akses pelayanan administrasi kependudukan, tanpa terkecuali warga yang bermukim di wilayah kepulauan.
Dengan perhatian begitu besar untuk warga di pulau. Pada kesempatan ini, Appi yang juga mantan CEO PSM itu juga mengajak seluruh pengunjung, masyarakat pulau, dan nelayan untuk menjadi bagian dari gerakan menjaga laut.
Edukasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut perlu terus diperkuat, termasuk menghentikan kebiasaan membuang sampah ke laut maupun aktivitas lain yang dapat merusak terumbu karang.
Ia menilai, keberhasilan konservasi tidak hanya ditentukan oleh pemerintah dan komunitas penyelam, tetapi juga membutuhkan kesadaran serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan sehari-hari.
“Terlebih, Pulau Lanjukang merupakan salah satu pulau terluar dalam gugusan Kepulauan Spermonde yang memiliki potensi wisata bahari cukup besar,” jelasnya.
Pulau yang berada di wilayah Kecamatan Kepulauan Sangkarrang ini dikenal dengan hamparan pasir putih yang luas, suasana alam yang asri, serta air laut jernih bergradasi biru toska.
Appi menambahakan, potensi tersebut menjadi aset wisata yang perlu dijaga melalui pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
“Keindahan alam dan kekayaan bawah laut Pulau Lanjukang, kita harapkan dapat terjaga agar dinikmati generasi mendatang sekaligus menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat,” harap Appi, menutup keterangan.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan Fauzi Andi Wawo, jajaran Bank Sulselbar, komunitas mancing, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Makassar, di antaranya Kadispora, Kadiskominfo, Kadispar, Kalak BPBD, Kadis Perikanan dan Pertanian (DP2), serta Camat Kepulauan Sangkarrang. (*)












