Kepala DPPKB Makassar Hadiri Pembinaan Sekolah Lansia: Wujudkan Lansia Sehat, Bahagia, dan Produktif

Makassar, NusantaraInsight — Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar, Drs. A. Irwan Bangsawan, menghadiri kegiatan Pembinaan Sekolah Lansia yang digelar oleh Polkes Monginsidi di Kecamatan Mariso. Kegiatan itu ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kualitas hidup para lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif.

Pembinaan yang berlangsung pada Selasa (9/6/2026). memberi edukasi komprehensif kepada peserta lansia tentang aspek kesehatan fisik, kesehatan mental, dukungan sosial, serta aspek spiritual. Materi dan pendampingan dirancang untuk mendorong lansia menjalani masa senja dengan kualitas hidup yang lebih baik dan kebahagiaan yang berkelanjutan.

“Kegiatan ini penting sebagai upaya meningkatkan kapasitas lansia sehingga mereka tetap dapat berperan dalam keluarga dan masyarakat,” ujar Drs. A. Irwan Bangsawan. Ia menekankan pentingnya konsep SMART bagi lansia: Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif.

Selain materi kesehatan, pembinaan Sekolah Lansia juga memfokuskan pada keterampilan praktis yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi dan sosial para peserta. Panitia berharap program ini membantu menurunkan risiko isolasi sosial dan masalah kesehatan kronis yang kerap dialami lansia.

BACA JUGA:  Kadis PPKB Makassar Hadiri Hari Lingkungan Hidup Sedunia 

Layanan KB Serentak Sambut Harganas ke-33

Dalam rangka menyambut Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026, Pemerintah Kota Makassar melaksanakan layanan Keluarga Berencana (KB) serentak di seluruh kecamatan. Program berlangsung mulai 8 Juni hingga 8 Juli 2026 dan menyediakan layanan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) serta layanan non-MKJP.

Menurut Kepala DPPKB, pelaksanaan layanan KB serentak bertujuan meningkatkan akses dan kualitas pelayanan KB bagi seluruh lapisan masyarakat. Layanan ini diharapkan memperkuat program keluarga berencana lokal sekaligus menurunkan angka unmet need serta meningkatkan kesehatan reproduksi masyarakat.

Pelaksanaan layanan tersebar di puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya di tiap kecamatan dengan dukungan tenaga kesehatan dan perangkat daerah. Masyarakat diimbau memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan informasi dan layanan KB yang sesuai dengan kebutuhan keluarga.