Menurutnya, lokasi pertama di Kecamatan Tamalate menunjukkan praktik urban farming yang berkembang dengan baik, khususnya pada budidaya kangkung oleh kelompok tani di Kelurahan Tanjung Merdeka.
“Di Tamalate ini menarik, para penggiat urban farming memulai dari inovasi sederhana, dan sekarang mereka lebih fokus pada tanaman kangkung,” tuturnya.
“Satu bedeng itu bisa menghasilkan hingga 150 kilogram per bulan, dengan masa panen berkisar antara tiga sampai empat minggu,” sambung Munafri.
Dia menjelaskan, kebutuhan pasar terhadap komoditas kangkung di wilayah tersebut sangat tinggi, bahkan mencapai sekitar 150 kilogram per hari.
Hal ini menunjukkan peluang ekonomi yang besar dan terbuka luas bagi masyarakat.
Appi mengajak semua pihak melalui program ini untuk memastikan kelompok tani dan kelompok masyarakat lainnya dapat melakukan kegiatan serupa seperti yang ada di Tanjung Merdeka.
“Pasarnya jelas, lahannya tidak besar, dan hasilnya nyata dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Appi itu menjelaskan lokasi kedua di Kecamatan Wajo, yang dinilainya memiliki pendekatan berbeda namun sama produktifnya.
Di kawasan ini, masyarakat telah mengembangkan urban farming terpadu yang mencakup peternakan dan perikanan skala rumah tangga.
Di Wajo ini, yang menarik adalah mereka sudah mulai dengan produksi telur. Hasilnya dimanfaatkan untuk mendukung penanganan stunting di masyarakat.
“Ini menunjukkan bahwa program pemberdayaan yang dilakukan secara kolaboratif mampu memberikan dampak langsung,” ungkap Munafri.
Dia menekankan bahwa praktik-praktik baik tersebut perlu menjadi contoh dan direplikasi di wilayah lain di Kota Makassar.
Pemerintah kota, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan lintas sektor melalui berbagai perangkat daerah.
Daripada waktu tidak dimanfaatkan, lebih baik mencari lahan kosong untuk dimaksimalkan. Dukungan bisa datang dari Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Lingkungan Hidup, hingga Dinas Ketahanan Pangan.
“Kami Pemerintah kota akan terus men-support kegiatan ini agar benar-benar memberikan dampak nyata,” tegas Munafri.
Selain memperkuat ketahanan pangan, program urban farming juga diharapkan mampu membantu meningkatkan ekonomi rumah tangga masyarakat.
Ini penting karena bisa memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga. Harapannya, program ini dapat ditularkan dan dikembangkan di seluruh wilayah Kota Makassar.
Munafri memastikan, pengembangan urban farming akan didorong merata di semua kecamatan, dengan menyesuaikan potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah.













