Ma’REFAT INSTITUTE Bicarakan Paradigma Pancasila dan Kerusakan Ekologi Lingkungan

Menyelesaikan kerusakan lingkungan, tidak bisa hanya dengan menyelesaikan kasus demi kasus yang ada, tetapi lebih jauh daripada itu, yakni memperbaiki paradigma atau cara pandang yang ada pada manusia.
Prof. Seyyed Hossein Nasr, menyebutkan bahwa krisis lingkungan terjadi karena adanya krisis spiritual dan krisis eksistensial pada diri manusia modern. Yang memandang alam dan lingkungan terpisah dari kehidupan manusia. Pandangan ini, menunjukkan sebuah paradigma memperlakukan lingkungan hidup.
Sekiranya Pancasila tidak berhasil kita posisikan sebagai paradigma dalam menghadapi kerusakan ekologi dan lingkungan di negeri ini, maka itu seakan-akan menegaskan pernyataan Prof. Kuntowijoyo bahwa selama ini, Pancasila dianggap efektif sebagai ideologi yang mempersatukan Indonesia secara politis, tetapi belum efektif sebagai ideologi ekonomi, sosial dan budaya. Mengapa? Karena kita masih memahami Pancasila sebagai sebuah mitos. Mistifikasi Pancasila pada akhirnya tak terelakkan. Jika hal ini terjadi, maka apa yang disinyalir Buya Syafi’i Maarif bahwa, “Nasib Pancasila itu, dimuliakan dalam kata, diagungkan dalam tulisan, namun dikhianati dalam perbuatan”, akan menemukan konteksnya.

BACA JUGA:  Ma’REFAT INSTITUTE Menyoal Pemanfaatan Sumber Daya Alam dalam Proyek Ketahanan Pangan

Antusiasme peserta dalam Diskusi Ma’REFAT INFORMAL MEETING ini terlihat dari munculnya beberapa pertanyaan atau tanggapan dari peserta. Agenda ini dihadiri oleh peserta yang berasal dari berbagai kalangan baik dari akademisi, NGO, ASN, karyawan swasta serta juga mahasiswa. (WHY)