K-apel Gandeng DT Peduli: Bangun Masjid di Lorong Wisata Literasi

NusantaraInsight, Makassar — Komunitas Anak Pelangi (K-apel) terus memperkuat gerakan sosial dan keumatan dengan menghimpun donasi pembebasan lahan seluas 20×20 meter persegi untuk pembangunan masjid di Lorong Daeng Jakking, Kelurahan Parang Tambung, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Pembangunan masjid di dalam lorong yang oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menetapkan sebagai lorong Literasi (Kampung Wisata Literasi) tersebut diharapkan menjadi pusat peradaban, ibadah, pendidikan, dan pembinaan masyarakat di kawasan lorong padat penduduk tersebut.

Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan tersebut, Tim DT Peduli Sulawesi Selatan yang dipimpin oleh Fergiawan turun langsung meninjau lokasi pembebasan lahan pada Kamis, (7/5/2026)

Peninjauan itu dilakukan untuk melihat kondisi lokasi sekaligus mendengar langsung kebutuhan masyarakat terkait pembangunan masjid yang dinilai sangat mendesak bagi warga sekitar.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Ketua RT 011 Drs. Sahruddin, Ketua RT 006 Abd. Rasyid, SE, Ketua RT 010 Andi Baso, Ketua K-apel Ibu Suriati Tubi, serta sejumlah ibu-ibu K-apel yang juga menjadi panitia pembebasan lahan.

BACA JUGA:  Ketua Pemuda Muhammadiyah Makassar Tegaskan Muhammadiyah Junjung Politik Nilai

Kehadiran para tokoh masyarakat dan ibu-ibu tersebut menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong warga yang kuat dalam mewujudkan masjid di lorong Daeng Jakking.

Dalam kesempatan itu, Fergiawan menyampaikan apresiasinya terhadap semangat masyarakat dan Komunitas Anak Pelangi (K-apel) yang terus bergerak menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar. Menurutnya, pembangunan masjid bukan hanya menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat, pendidikan generasi muda, serta penguatan nilai-nilai sosial dan spiritual masyarakat.

Sementara itu, Founder K-apel, Rahman Rumaday menjelaskan bahwa lokasi yang direncanakan untuk pembangunan masjid tersebut merupakan titik paling strategis di wilayah Lorong Daeng Jakking. Ia menuturkan bahwa dari sisi kanan, kiri, hingga belakang kawasan tersebut cukup jauh dari masjid, sementara bagian depannya berbatasan langsung dengan Sungai Jene’berang.

“Lokasi ini berada di titik tengah permukiman warga. Ke kanan jauh dari masjid, ke kiri jauh dari masjid, ke belakang juga jauh, sementara bagian depan berbatasan dengan Sungai Jene’berang perbatasan Makassar-Gowa. Karena itu masyarakat sangat membutuhkan kehadiran masjid agar lebih mudah menjangkau tempat ibadah dan kegiatan pembinaan keagamaan,” jelas Founder K-apel kepada NusantaraInsight, Minggu (10/5/2026).