Ketua Umum KADIN Anindya Bakrie, dan juga turut dihadiri oleh beberapa Duta Besar dan kepala daerah. Rangkaian acara Rakerkonas dilanjutkan pada 5 Agustus melalui kunjungan sentra UMKM. Makassar Jadi Gerbang Ekonomi Indonesia Timur Pemilihan Makassar sebagai tuan rumah menegaskan fokus APINDO pada potensi ekonomi di luar Jawa. Ketua DPP APINDO Sulawesi Selatan, Suhardi, menyebut Makassar sebagai gerbang utama perdagangan dan logistik kawasan timur Indonesia. “Sulawesi Selatan dan Indonesia Timur punya modal besar di sektor pangan, perikanan, energi, dan ekonomi maritim. Rakerkonas ini adalah momentum mempertemukan potensi itu langsung dengan investor,” kata Suhardi. Ia memastikan DPP APINDO Sulawesi Selatan siap menyambut sekitar 1000an peserta dan tamu undangan untuk mengikuti rangkaian Rakerkonas APINDO. Ketua Bidang Hubungan Internasional APINDO, Catharina Widjaja, menambahkan forum ini akan dihadiri jaringan pelaku usaha dan duta besar dari negara sahabat. Ratusan peserta dan delegasi yang hadir diproyeksikan turut menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, pariwisata, dan UMKM lokal di Makassar. Evaluasi Tujuh Program Strategis Setahun Terakhir Wakil Ketua Umum APINDO, Sanny Iskandar, memaparkan bahwa sepanjang satu tahun terakhir APINDO menjalankan tujuh program strategis: agenda ketenagakerjaan, advokasi kebijakan, Task Force Debottlenecking Hambatan Berusaha, agenda utilisasi perjanjian perdagangan internasional, APINDO Investment Unit untuk menghubungkan investor dengan potensi daerah, APINDO Family Business Network, hingga program unggulan seperti APINDO UMKM Merdeka, Gerakan Pengusaha Mengajar, dan GAS-KIPAS Stunting. “Capaian ini akan kami bawa ke hadapan seluruh Dewan Pengurus Provinsi untuk dievaluasi secara terbuka. Rakerkonas bukan forum seremoni, tapi ruang pertanggungjawaban dan penajaman arah kerja ke depan,” ujar Sanny. Melalui Rakerkonas ke-35, APINDO menegaskan bahwa ketahanan ekonomi nasional bukan sekadar tanggung jawab pemerintah, melainkan hasil sinergi kolektif antara negara, dunia usaha, pekerja, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan. Tentang APINDO
Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) merupakan representasi dunia usaha Indonesia, yang dibentuk pada 31 Januari 1952 di bawah kepemimpinan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) yang berada di Jakarta, dan Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) di 36 provinsi dan 368 Dewan Pimpinan Kota/Kabupaten.
Berfokus pada Hubungan Industrial dan Ketenagakerjaan di awal pembentukannya, peran APINDO semakin strategis dalam mendorong kepentingan nasional, melalui perluasan fokus pada beragam sektor dan pengembangan sumber daya manusia serta kemitraan, melalui unit bisnis APINDO: International Strategic Partnership Center (ISPC) dan APINDO Training Center (ATC). Advokasi APINDO dalam skala internasional dilaksanakan secara aktif, melalui keanggotaan dan partisipasi dalam the International Organization of Employers (IOE), ASEAN Confederation of Employers (ACE) dan Confederation of Asia-Pacific Employers (CAPE).


br
br
br






br
br






br