Public Relation Butuh Keterampilan Jurnalistik

Kerja PR melalui adaptasi dengan perkembangan teknologi komunikasi (IT) sebagai upaya agar publik memiliki pendapat dan sikap yang baik terhadap institusi, serta PR idealnya terus melakukan hubungan simbiosis mutualisme dengan Pers secara humanis dalam memberikan pelayanan informasi maksimal kepada masyarakat, ujarnya.

Mitha Mayestika mengingatkan kepada peserta latih bahwa foto jurnalistik tidak sekedar memotret (taking picture) melainkan harus membuat gambar (making picture) karena foto berita akan dinilai baik, jika baik pula isi gambar dan beritanya.

Metode EDFAT (Entire, Detil, frame, Anggle, Time) dapat digunakan saat peliputan foto sebab metode ini melatih cara pengambilan gambar secara rinci (detil) yang tajam serta tahapan tahapan yang harus dilakukan pada setiap unsur, kata Mitha sambil memperagakan teknik tersebut.

Selain itu, kualitas foto atau video news sangat ditentukan oleh aspek teknis dan aspek visual, sehingga melakukan pemotretan atau pengambilan gambar video harus dilakukan secara tepat yakni tepat gambar dan tepat waktu, sebab peristiwa yang sudah lewat, tidak bisa diulang lagi.

BACA JUGA:  Pelantikan dan Raker Pengurus KKLT Ditunda

Berbagai praktek jurnalistik tulis, foto dan video dilakukan pada pelatihan 12 jam tersebut, termasuk praktek satu moment dengan empat liputan yakni doorstop (wawancara cegatan), foto longshoot, medium shoot, close up.