Prabowo Lantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan Gantikan Purbaya

Jakarta, NusantaraInsight – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) baru di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya menjabat sejak September 2025.

Pelantikan ditandai dengan pembacaan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Prabowo. Dalam sumpah tersebut, pejabat baru berjanji setia kepada Undang-Undang Dasar 1945, menjalankan peraturan perundang-undangan dengan lurus, serta menjunjung tinggi etika jabatan dan tanggung jawab dalam mengemban tugas negara.

Pengangkatan Suahasil ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan periode 2024–2029.

Bukan Orang Baru di Kemenkeu

Suahasil bukan figur baru di Kementerian Keuangan. Ia sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) sejak 25 Oktober 2019, pertama kali di Kabinet Indonesia Maju era Presiden Joko Widodo, dan kemudian kembali dilantik sebagai Wamenkeu di Kabinet Merah Putih pada 21 Oktober 2024.

Sebelum menduduki posisi wakil menteri, Suahasil pernah menjabat Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) secara definitif per 31 Oktober 2016. Ia juga tercatat pernah menjadi anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal (2009–2011), Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah (2009–2015), Koordinator Pokja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (2010–2015), serta anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional (2013–2014).

BACA JUGA:  Membunuh di Indramayu, Ditangkap di Dompu NTB

Dengan pengalaman panjang di sektor fiskal, Suahasil menjadi Menteri Keuangan ketiga di pemerintahan Presiden Prabowo, setelah sebelumnya Sri Mulyani dan Purbaya Yudhi Sadewa. Purbaya sendiri dilantik pada 8 September 2025 untuk menggantikan Sri Mulyani.

Hadiri Sejumlah Pejabat Tinggi

Acara pelantikan dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menko Polkam Djamari Chaniago, Menko Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menko Kumham Yusril Ihza Mahendra, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko PMK Pratikno, Menlu Sugiono, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kepala BIN Herindra, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto, hingga Wakapolri Komjen Dedy Prasetyo.�

Hadirnya para pejabat kunci ini menegaskan pentingnya posisi Menteri Keuangan dalam struktur kabinet, terutama dalam konteks pengelolaan anggaran, kebijakan fiskal, dan stabilitas ekonomi nasional.

Konteks Pergantian

Pergantian ini terjadi di tengah penguatan isu reshuffle kabinet yang sebelumnya beredar, termasuk nama-nama seperti Pratikno dan Suahasil yang disebut-sebut “merapat” ke Istana. Dengan ditetapkannya Suahasil, pemerintah diharapkan dapat menjaga kontinuitas kebijakan fiskal, mengingat rekam jejaknya yang panjang di Kementerian Keuangan.