Appi Launching Sunday Market sebagai Panggung Baru UMKM di Makassar

Makassar, NusantaraInsight — Pemerintah Kota Makassar, menghadirkan inovasi baru dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui Makassar Sunday Market 2026.

Tidak sekadar menjadi pasar akhir pekan, kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi, promosi, sekaligus interaksi masyarakat yang mempertemukan pelaku UMKM dan berbagai subsektor ekonomi kreatif.

Kehadiran Sunday Market menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar yang diperingati pada 9 November 2026.

Kegiatan perdana tersebut berlangsung di Anjungan Tugu MNEK, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Minggu (1/11/2026), dan dihadiri langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi Ketua TP PKK Melinda Akda.

Pada kesempatan ini, Wali Kota Munafri mengatakan, Sunday Market merupakan salah satu langkah konkret pemerintah kota dalam memberikan ruang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Serta pengrajin lokal, pedagang untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, keberadaan pasar akhir pekan ini diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi rakyat sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat di Kota ini.

BACA JUGA:  Aliyah Mustika Ilham: Duta Wisata Harus Jadi Brand Ambassador Kota Makassar

“Sunday Market program yang kami canangkan untuk pemberdayaan UMKM. Ini bukan hanya tempat untuk jual beli, tetapi juga ruang interaksi yang bisa kita bangun,” ujarnya.

“Bagaimana Sunday Market menjadi tempat masyarakat berkumpul, berbelanja, menikmati kuliner, sekaligus menemukan berbagai produk unik dan kreatif,” sambung Munafri.

Sebagai bentuk perhatikan Wali Kota Makassar kepada UMKM, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata Kota Makassar, menghidupkan wajah baru kawasan wisata Anjungan Pantai Losari melalui kehadiran Makassar Sunday Market.

Menghadirkan 31 tenant UMKM hasil kurasi, kegiatan ini tidak hanya menawarkan pengalaman wisata belanja, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi produk unggulan dan karya kreatif lokal.

Tampak terlihat tenang, namun di balik layar mereka bergerak cepat dan berkejar dengan target untuk menampilkan produk UMKM terbaik.

Appi juga mencontohkan sejumlah Sunday Market di luar negeri, termasuk di Melbourne, Australia, yang berkembang menjadi destinasi komunitas dengan memadukan aktivitas perdagangan, produk lokal, seni, hingga kuliner.

Dari konsep tersebut, Munafri melihat ada tiga daya tarik utama yang dapat dikembangkan di Makassar, yakni vintage hunt atau berburu barang unik dan antik, ruang seni dan galeri untuk menampilkan karya kreatif, serta kawasan kuliner yang memberi kesempatan bagi UMKM memperluas pasar.

BACA JUGA:  Pertama di Makassar, Kelompok Sadar Budaya di Manggala Resmi Terbentuk

Orang nomor satu Kota Makassar itu berharap, Makassar Sunday Market tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial menyambut hari jadi kota, tetapi dapat berlangsung secara rutin setiap akhir pekan.

Bahkan, ia mendorong agar konsep penyelenggaraannya terus dievaluasi, termasuk penataan lapak dalam satu area atau tenda besar sehingga interaksi antara pedagang dan pengunjung lebih nyaman.

“Kalau bisa, kegiatan ini berjalan setiap minggu. Konsepnya juga kita benahi, tidak perlu lagi tenda satu-satu, tetapi satu tenda besar dengan lapak-lapak di dalamnya supaya orang bisa berinteraksi lebih baik,” imbuh Appi.

Ia juga menginginkan agar Sunday Market benar-benar diisi pelaku usaha yang memiliki produk untuk dipasarkan, sehingga aktivitas perdagangan berjalan optimal.

Meski mengusung nama Sunday Market, Munafri membuka peluang pelaksanaan kegiatan selama beberapa hari percobaan, yakni Sabtu dan Minggu.