Lebih jauh, Munafri menegaskan, Makassar Sunday Market bukan sekadar ajang promosi dan pemasaran produk ekonomi kreatif, melainkan langkah nyata untuk mempercepat pertumbuhan sektor ekonomi kreatif melalui semangat kolaborasi dan kolaboraksi.
“Konsep ini, selaras dengan upaya mempertemukan berbagai subsektor unggulan, khususnya fashion, kuliner, dan kriya, dalam satu ekosistem yang saling menguatkan,” tuturnya.
Dijelaslan, ketiga subsektor tersebut memiliki keterkaitan erat. Fashion merepresentasikan identitas dan gaya hidup, kriya menampilkan keterampilan tangan serta kekayaan budaya lokal, sementara kuliner menjadi bagian dari kekayaan cita rasa dan tradisi masyarakat.
Lanjut Appi, ketika dipertemukan dalam satu ruang, masing-masing subsektor dapat saling mendukung dan menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar.
Pengunjung yang datang untuk melihat produk kriya, misalnya, berpotensi menikmati kuliner yang tersedia. Begitu pula produk fashion dan berbagai karya kreatif lainnya dapat menjadi daya tarik yang mendorong masyarakat untuk kembali berkunjung.
“Ketika berbagai jenis produk berkumpul dalam satu tempat, kita membentuk ekosistem yang sama-sama menguntungkan. Inilah dampak positif dari kerja sama antarpelaku usaha kreatif yang kita harapkan terus berkembang,” jelasnya.
Pemerintah Kota Makassar, lanjut Munafri, akan terus mendukung berbagai inisiatif yang memperkuat kolaborasi antarpelaku ekonomi kreatif, memberikan ruang bagi mereka untuk menampilkan karya, serta memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.
Tujuannya agar produk kreatif anak bangsa, khususnya dari Makassar, semakin dikenal, diminati, dan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan serta kesejahteraan pelakunya.
Selain aktivitas perdagangan, Makassar Sunday Market juga diramaikan dengan berbagai kegiatan pendukung, mulai dari perlombaan, aktivitas sosial, hingga edukasi yang melibatkan masyarakat.
“Ini adalah proses pemberdayaan yang dilakukan pemerintah kota bersama masyarakat. Kita ingin warga terlibat langsung, mengambil bagian, dan merasakan manfaat dari berbagai upaya yang kita lakukan,” ungkapnya.
Munafri optimistis, melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat, Makassar dapat terus mengembangkan kekuatan ekonomi lokal sekaligus menciptakan ruang-ruang produktif bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
“Kita berharap Makassar Sunday Market 2026 berjalan lancar, memberikan manfaat luas bagi masyarakat, serta menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga Kota Makassar,” tukas Appi.
Digagas melalui Dinas Pariwisata Kota Makassar, Sunday Market dirancang sebagai wadah pengembangan aktivitas ekonomi pariwisata dan ekonomi kreatif dengan menghadirkan beragam produk kuliner, fashion, kerajinan atau kriya, serta berbagai produk kreatif masyarakat Kota Makassar.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, mengatakan kehadiran Sunday Market merupakan salah satu upaya pemerintah kota dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus menambah daya tarik destinasi wisata unggulan di Kota Makassar.
Menurutnya, Anjungan Pantai Losari dan anjungan mandiri merupakan ruang interaksi publik yang memiliki posisi strategis sebagai salah satu ikon pariwisata Kota Makassar.
Karena itu, selain memastikan aspek keamanan, kenyamanan, dan ketertiban, kawasan tersebut juga perlu diisi dengan berbagai aktivitas produktif yang mampu menarik kunjungan masyarakat lokal hingga wisatawan nusantara dan mancanegara.
“Anjungan Pantai Losari merupakan ruang interaksi publik sekaligus daya tarik wisata yang ikonik. Tentu, selain kenyamanan, keamanan, dan ketertiban, perlu ada aktivitas di dalamnya yang menambah daya tarik bagi masyarakat lokal, wisatawan nusantara, maupun wisatawan mancanegara,” ujarnya.












