Dies Natalis ke-63, LLDIKTI IX Dorong UKI Paulus Jadi Kampus Berdampak

Makassar, NusantaraInsight — Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX mendorong Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus Makassar untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan bergerak menjadi perguruan tinggi yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Kepala Bagian LLDIKTI Wilayah IX, Syahruddin ST MM, mewakili Kepala LLDIKTI Wilayah IX saat menghadiri Wisuda Sarjana dan Pascasarjana yang dirangkaikan dengan Dies Natalis ke-63 UKI Paulus di Hotel Dalton Makassar, Rabu (2/9/2026).

Syahruddin mengatakan, UKI Paulus memiliki perjalanan panjang dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia Timur. Saat ini perguruan tinggi tersebut memiliki 21 program studi mulai jenjang doktor, magister, sarjana hingga profesi.

Menurutnya, berbagai capaian yang diraih menunjukkan UKI Paulus terus melakukan transformasi untuk menghadapi perubahan dan tantangan pendidikan tinggi.

LLDIKTI IX secara khusus memberikan apresiasi terhadap keberhasilan Program Studi Teknik Sipil dan Teknik Mesin UKI Paulus yang meraih Akreditasi Unggul pada 2026.

Capaian tersebut, kata Syahruddin, tidak diperoleh secara instan, tetapi merupakan hasil kerja keras dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, sumber daya manusia, tata kelola, penelitian, pengabdian kepada masyarakat serta kualitas lulusan.

BACA JUGA:  Gelar Diskusi Buku "Menggugat Politik Perlindungan Anak" di Kolong Fly Over Km 4 Makassar

Namun demikian, ia mengingatkan agar predikat Unggul tidak membuat perguruan tinggi cepat berpuas diri.

“Akreditasi Unggul bukan garis akhir. Akreditasi Unggul adalah standar baru yang harus dipertahankan dan ditingkatkan,” tegasnya.

Menurut Syahruddin, akreditasi jangan hanya menjadi predikat. Mutu harus menjadi budaya yang tercermin dalam pembelajaran, penelitian, pelayanan mahasiswa, tata kelola hingga pengabdian kepada masyarakat.

Kampus Harus Memberi Dampak

Lebih lanjut Syahruddin mengatakan, perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya mengejar keunggulan akademik. Kehadiran kampus harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

“Perguruan tinggi hari ini tidak cukup hanya menjadi excellent campus. Kita harus bergerak menjadi impactful campus, kampus yang berdampak,” ujarnya.

Menurutnya, arah tersebut mulai terlihat di UKI Paulus melalui sejumlah kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Salah satunya KKN Tematik di Toraja Utara yang menjangkau 38 desa dan kelurahan dengan fokus pariwisata dan kewirausahaan.

Program tersebut dinilai menjadi contoh bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut belajar di ruang kuliah, tetapi juga harus hadir di masyarakat, memahami persoalan, menawarkan solusi dan meninggalkan manfaat.

BACA JUGA:  Bunda Pustaka SDN Borong Sukses Gelar Semarak Kemerdekaan

Syahruddin juga mendorong agar penelitian dosen dan mahasiswa tidak berhenti pada publikasi ilmiah.

Riset diharapkan berkembang menjadi kekayaan intelektual, inovasi dan hilirisasi, sekaligus membuka kerja sama dengan dunia industri serta menghasilkan solusi bagi pemerintah dan masyarakat.

“Riset yang baik menghasilkan pengetahuan. Riset yang hebat menghasilkan perubahan,” katanya.

Perkuat Transformasi Digital dan AI

Pada kesempatan itu, Syahruddin menitipkan empat hal kepada UKI Paulus dalam menghadapi perkembangan pendidikan tinggi.

Pertama, mempertahankan budaya mutu. Kedua, memperkuat transformasi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Mahasiswa, menurutnya, harus mampu menggunakan teknologi dan AI secara produktif, kritis, etis dan bertanggung jawab.

Ketiga, mendorong penelitian dan inovasi menuju hilirisasi agar hasil penelitian semakin banyak memberikan solusi bagi industri, pemerintah dan masyarakat.

Keempat, memperkuat relevansi lulusan melalui tracer study, pengembangan karier, jejaring alumni serta hubungan dengan dunia usaha dan dunia industri.