Sport  

Buka Turnamen Domino Cup I Sinjai, Dr Basri Paparkan Manfaatnya

Sinjai, NusantaraInsight — Mewakili Ketua Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin. Dr. Basri, S.Pd.,M.Pd membuka turnamen DOMINO CUP I SINJAI di ex Kantor Bupati Sinjai, Sabtu (29/8/2026).

Pertandingan yang akan berlangsung mulai 29 hingga 30 Agustus 2026 ini dibanjiri oleh peserta yang berminat dengan olahraga otak ini.

br

Dr. Basri dalam keterangannya kepada media mengutip pendapat dr. Wachyudi Muchsin yang menyatakan bahwa permainan papan tradisional seperti domino kerap diidentikkan sebagai sarana mengisi waktu luang.

Namun, di balik kesederhanaannya, permainan ini menyimpan berbagai dampak positif bagi kesehatan fisik maupun mental jika dimainkan secara bijak.

“​Praktisi kesehatan, dr. Wachyudi Muchsin atau yang akrab disapa Dokter Koboi, mengungkapkan diberbagai artikel bahwa domino dapat menjadi sarana yang efektif untuk melatih kinerja otak, menjaga hubungan sosial, dan menghadirkan kebahagiaan harian,” ujar Basri.

​”Permainan sederhana seperti domino bisa menjadi sarana melatih otak, menjaga hubungan sosial, dan memberi kebahagiaan kecil setiap hari,” katanya.

“Menurut beliau (dr. Koboy);​berdasarkan tinjauan riset peer-reviewed terkait permainan meja (tabletop/board games), aktivitas ini bekerja menstimulasi tubuh dan pikiran melalui beberapa mekanisme, mulai dari melatih perhatian dan fokus, memori kerja, pengambilan keputusan, hingga gerak motorik halus saat menyusun kepingan domino,” terangnya.

BACA JUGA:  Sekcam Tamalate Saddam Musma Dorong Peningkatan Prestasi Siswa Tapak Suci Cabang Partam-Maccis 

​Sedikitnya ada lima manfaat utama yang dapat diperoleh dari kebiasaan bermain domino secara wajar:

Menstimulasi Fungsi Kognitif: Pemain dituntut untuk mengingat angka, mengenali pola, menghitung, dan menyusun strategi.

Mendukung Kesehatan Emosional: Aktivitas santai yang menyenangkan dapat merangsang perbaikan suasana hati (mood) dan memberikan efek rileks.

Memperkuat Hubungan Sosial: Interaksi saat bermain mendorong komunikasi, tawa bersama, dan ampuh menekan rasa kesepian—terutama pada usia lanjut.

Melatih Motorik Halus: Memindahkan dan merapikan kepingan papan melatih ketangkasan serta koordinasi mata dan tangan.

Menciptakan Rutinitas Bermakna: Memberikan struktur aktivitas, hiburan, dan rasa keterlibatan dalam komunitas atau keluarga.

​Riset systematic review dan meta-analysis menunjukkan bahwa stimulasi kognitif dan interaksi sosial melalui permainan papan memiliki bukti ilmiah paling kuat dalam membantu memperlambat penurunan kognitif global serta meningkatkan kualitas hidup lansia.

​Meski demikian, lanjut Basri, dr. Wachyudi dalam artikelnya menegaskan juga bahwa bermain domino bukanlah opsi terapi utama untuk menyembuhkan penyakit saraf, depresi berat, atau demensia.

BACA JUGA:  Duet Messi-Suarez Bawa The Herons ke Perempat Final Concacaf Champions Cup

“Manfaat permainan ini akan terasa maksimal apabila dimainkan dengan durasi yang wajar, dilakukan bersama keluarga atau teman, diimbangi posisi duduk yang nyaman dan asupan air yang cukup, serta tidak disertai kebiasaan begadang,” pungkas Dr. Basri.

br
br