Departemen Sastra Daerah FIB Unhas Gelar Pengabdian Aksara Lontara dan Jalin Kemitraan Strategis di Universiti Malaya

Kuala Lumpur, NusantaraInsight — Dalam sebuah langkah bersejarah yang memadukan diplomasi akademik dan pelestarian warisan budaya Nusantara, Departemen Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas) sukses menyelenggarakan kegiatan Benchmarking dan Pengabdian Internasional. Kegiatan yang menjadi jembatan peradaban ini dilangsungkan di jantung ibu kota Malaysia, tepatnya di Akademi Pengajian Melayu, Universiti Malaya (UM), pada hari Rabu, 26 Agustus 2026, pukul 10.00 waktu setempat.

Kunjungan kehormatan ini bukan sekadar lawatan rutin, melainkan sebuah pelayaran kultural yang membawa misi agung: menghidupkan kembali dan merawat ingatan kolektif bangsa serumpun. Tim delegasi FIB Unhas hadir dengan formasi lengkap yang dipimpin langsung oleh Dr. Dafirah, M.Hum., bertindak sebagai Ketua Tim Benchmarking. Kehadiran delegasi ini mendapat legitimasi dan dukungan penuh dengan turut sertanya pucuk pimpinan fakultas, yakni Dekan FIB Unhas, Prof. Dr. Andi Muhammad Akhmar, S.S., M.Hum., beserta Ketua Departemen Sastra Daerah, Prof. Dr. Muhlis Hadrawi, S.S., M.Hum.

Barisan intelektual kampus merah ini semakin kukuh dengan kehadiran para akademisi dan pakar sastra yang memiliki dedikasi tinggi terhadap budaya lokal, di antaranya Dr. Ery Iswary, M.Hum., Dr. Sumarlin Rengko HR, S.S., M.Hum., serta Basiah, S.S., M.A. Keenam cendekiawan ini hadir sebagai duta budaya yang membawa napas kearifan lokal Sulawesi Selatan ke kancah global.

BACA JUGA:  UKI Paulus Buka Prodi Magister Teknik Mesin

Langkah kaki delegasi Unhas di bumi Akademi Pengajian Melayu UM disambut dengan kehangatan dan rasa persaudaraan yang begitu mendalam. Dekan Akademi Pengajian Melayu, Datuk Prof. Datuk Kolonel Dr. Awang Azman, turun langsung menyambut para tamu kehormatan beserta seluruh jajaran petinggi, termasuk para akademisi dari program Kesusastraan Melayu dan program Bahasa Melayu. Pertemuan ini seolah menjadi napak tilas sejarah panjang persahabatan antara masyarakat Bugis-Makassar dan Melayu yang telah terjalin selama berabad-abad.

Sebagai puncak dari lawatan akademik ini, delegasi FIB Unhas menggelar program Pengabdian Internasional yang mengusung tema bernas: “Pengenalan dan Strategi Membaca dan Menulis Aksara Lontara yang merupakan sistem literasi tulis warisan tradisional Bugis-Makassar”. Di hadapan sivitas akademika Universiti Malaya, aksara Lontara tidak sekadar diperkenalkan sebagai deretan simbol kuno yang beku, melainkan dipresentasikan sebagai denyut nadi peradaban, filosofi kehidupan (Sulapa Eppa), dan saksi bisu kejayaan maritim Nusantara.