Mahasiswa MKPK Kehutanan Unhas Ukur Area Kebakaran Lahan di Desa Ussu Lutim

Luwu Timur, NusantaraInsight – Tim mahasiswa Mata Kuliah Penguatan Kompetensi (MKPK) Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan kegiatan pengukuran luas area kebakaran lahan di Desa Ussu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada Kamis (18/6/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh data yang akurat mengenai luas area yang terdampak kebakaran sebagai bahan evaluasi dan pelaporan. Pengukuran dilakukan oleh tim yang terdiri dari personil Manggala Agni Daops Malili bersama Mahasiswa Kehutanan Universitas Hasanuddin.

Tim berangkat dari Kantor Daops menuju lokasi kebakaran yang berjarak sekitar 3 kilometer atau sekitar 5 menit perjalanan. Setibanya di lokasi, tim melakukan pemantauan area yang terbakar dan menentukan titik awal pengukuran.

Pengukuran dilakukan menggunakan metode tracking, yaitu dengan berjalan kaki mengelilingi batas area yang terbakar hingga kembali ke titik awal. Metode ini digunakan untuk memperoleh hasil pengukuran yang lebih akurat. Selain melakukan pengukuran, tim juga mengumpulkan data dan informasi lapangan yang berkaitan dengan kondisi lokasi kebakaran.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKNT di Desa Macolli Loloe Buat “PETA CERDAS”

Berdasarkan hasil pengukuran menggunakan aplikasi Locus GIS, luas area yang terbakar diketahui mencapai 1,04 hektare. Kebakaran tersebut terjadi pada 30 Mei 2026 di Desa Ussu.

Hasil identifikasi lapangan menunjukkan bahwa lokasi yang terbakar merupakan Areal Penggunaan Lain (APL) berupa lahan yang dibersihkan untuk persiapan kebun. Saat kegiatan pengukuran berlangsung, tim tidak menemukan pemilik maupun penjaga lahan di lokasi kejadian.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemantauan dan pendataan pascakebakaran guna memastikan informasi luas area terdampak dapat diketahui secara akurat. Selain itu, keterlibatan Mahasiswa Kehutanan Universitas Hasanuddin diharapkan dapat memberikan pengalaman lapangan sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai penanganan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

Melalui kegiatan ini, Manggala Agni mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengelola lahan dan tidak menggunakan api saat membersihkan lahan guna mencegah terjadinya kebakaran yang dapat merusak lingkungan dan mengancam keselamatan masyarakat.