Mahasiswa Unhas Paparkan Hasil Bina Desa: Kompos dan Potensi Peternakan Jadi Fokus di Matompi

Luwu Timur, NusantaraInsight, — Mahasiswa Universitas Hasanuddin menggelar Seminar Hasil Kegiatan Bina Desa di Balai Desa Matompi, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur pada 7 Februari 2026 lalu, untuk memaparkan dan mempertanggungjawabkan program kerja yang dilaksanakan selama masa pengabdian.

Kegiatan itu dihadiri aparat desa, mitra perusahaan, fasilitator, pembimbing lapangan, serta anggota dan warga kelompok ternak setempat.

Hadir pada seminar tersebut Sekretaris Desa Matompi Zalman, S.Sos; perwakilan PT Vale Indonesia, Muladuyanto dan Eko Apriantono; serta perwakilan Biro Swadaya Konsultan, Ari. Fasilitator program PPM PT Vale, Sofyan Setia Budi, serta Koordinator BPP Kecamatan Towuti, Agustinus Ranonto, S.ST, juga ikut menyaksikan pemaparan. Pembimbing lapangan, Sulaeman Roka yang merangkap Ketua Kelompok Ternak Woliko bersama beberapa anggota kelompok dan warga desa turut hadir.

Dalam pemaparannya, tim mahasiswa mempresentasikan sejumlah kegiatan utama, antara lain pembuatan kompos dari limbah kotoran ayam pasca panen, pemanfaatan kompos untuk budidaya sayuran organik, survei potensi pengembangan peternakan, serta penyusunan profil Kelompok Ternak Woliko. Presentasi dilengkapi dengan hasil pengolahan, contoh aplikasi lapangan, dan rekomendasi tindak lanjut.

BACA JUGA:  Tiga Calon Ketua OSIM-IPM MTs Muhammadiyah Pinrang Kampanye Dari Kelas ke Kelas

Program pembuatan kompos mendapat sorotan utama. Mahasiswa menjelaskan metode pengolahan limbah kotoran ayam menjadi kompos organik yang ramah lingkungan, teknik pengomposan yang efektif, serta manfaatnya untuk mengurangi potensi pencemaran dan meningkatkan kesuburan tanah. Kompos yang dihasilkan telah diaplikasikan pada lahan percontohan budidaya sayuran organik di Desa Matompi sebagai demonstrasi praktik pertanian berkelanjutan.

Selain itu, tim penyusun memaparkan hasil survei potensi peternakan yang mengidentifikasi kondisi usaha, peluang pengembangan, serta hambatan yang dihadapi peternak lokal. Hasil survei tersebut disusun untuk menjadi bahan pertimbangan pemerintah desa dan kelompok ternak dalam merancang program pengembangan peternakan yang lebih terarah.

Mahasiswa juga memperkenalkan profil Kelompok Ternak Woliko yang disusun selama program. Profil ini dimaksudkan sebagai alat dokumentasi dan promosi kelembagaan kelompok, sekaligus sebagai referensi bagi mitra dan pemangku kepentingan untuk mendukung penguatan kapasitas serta akses pasar.

Acara ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang menghadirkan masukan dari berbagai pihak. Perwakilan PT Vale dan fasilitator memberi sejumlah saran teknis dan dukungan untuk kelanjutan program, sementara aparat desa menyatakan dukungan administratif dan kesiapan memfasilitasi implementasi rekomendasi.