Konkerkot PGRI Kota Makassar Resmi Digelar: Makassar Unggul Lahir dari Rahim Guru

Makassar, NusantaraInsight — Konferensi Kerja I (Konkerkot) PGRI Kota Makassar resmi digelar di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulsel, Sabtu (23/5/2026).

Konkerkot I PGRI Makassar dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Wali Kota Makassar Achmad Namsum mewakili Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin yang juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa, Kadis Pendidikan Makassar Achi Soleman dan juga Ketua PGRI Sulsel Prof Hasnawi Haris.

Dalam sambutan Wali kota Makassar yang dibacakan Staf Ahli Achmad Namsum menyampaikan 4 pilar utama pembangunan kota Makassar yaitu Makassar Unggul, Makassar Inklusif, Makassar Aman, dan Makassar Berkelanjutan” (MULIA).

Menurutnya, Visi ini diterjemahkan ke dalam 4 pilar utama yang menjadi arah kebijakan pembangunan utamanya di bidang pendidikan.

“Makassar Unggul: Komitmen untuk menjadikan Makassar sebagai kota yang maju, terbaik dalam inovasi, efisiensi, dan kualitas pendidikan. Karena Makassar unggul lahir dari rahim Guru,” ungkapnya.

“Kedua adalah Makassar Inklusif, memastikan seluruh lapisan masyarakat terlibat dan mendapatkan manfaat yang setara mendapatkan pendidikan, baik itu disabilitas maupun pendidikan di daerah pesisir. Ketiga yaitu Makassar Aman: Bagaimana menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa dan aman dari perundungan. Kemudian yang keempat yaitu Makassar Berkelanjutan yaitu bagaimana PGRI berkolaborasi untuk meningkatkan kompetensi guru dan juga advokasi bagi guru. Karena dengan kolaborasi kesejahteraan guru dapat dilakukan,” terangnya.

BACA JUGA:  Alako, Mendikdasmen Prof Abdul Mu'ti jadi Pembicara Utama pada Seminar Nasional Pendidikan di Sidrap

Ia juga menyinggung bahwa Pemerintah Kota Makassar sangat memperhatikan kesejahteraan guru dengan menambah tunjangan guru yang bertugas di Kepulauan.

“Melalui Konferensi Kerja ini pemerintah kota Makassar dapat melahirkan program kerja yang nyata sesuai visi misi kota Makassar. Semoga PGRI menjadi contoh pendukung visi misi kota Makassar yang mulia,” pungkasnya.

Konferensi kerja ini mengangkat tema, “Guru Bermutu Indonesia Maju, Guru Hebat Indonesia Kuat” dihadiri oleh 110 orang peserta dari pengurus PGRI Kota Makassar, perwakilan PGRI cabang dan juga ranting.

Sebelumnya Ketua PGRI Makassar Dr. Pantja Nur Wahidin menyampaikan bahwa pada pemilihan kepengurusan baru pada 4 – 5 Juni 2025 lalu melahirkan 3 rekomendasi penting.

“Rekomendasi itu, satu, Membangun kolaborasi dan komunikasi efektif dengan pemerintah kota Makassar serta stakeholder pendidikan lainnya. Kedua, menata database keanggotan ditata dengan baik. Data yang baik adalah pondasi perencanaan dan pelayanan organisasi. Tiga, pengelolaan iuran anggota secara akuntabel dan transparan untuk melahirkan kepercayaan anggota,” terangnya.

“Jadi jika tiga amanah utama berjalan dengan baik, maka kita mengembangkan tiga kompetensi guru yaitu kompetensi profesional, kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial,” tambahnya.

BACA JUGA:  3.000 Guru Bulukumba akan Serbu Sidrap: Bidik Tiga Besar Porsenijar PGRI Sulsel 2026!

Ia juga bertekad untuk kembali mempertahankan juara umum Porsenijar 2026 di Sidrap.

“Mari kita perkuat soliditas perluas kolaborasi dan tingkatkan kualitas guru dan pendidikan di kota Makassar,” tandasnya.

Di sisi lain Ketua PGRI Sulsel dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada kepengurusan PGRI Kota Makassar yang baru dari 500 anggota yang tercatat di Sistem Informasi Keanggotaan di PGRI Makassar, saat ini tercatat sudah 3600 anggota.

“Tapi ini, masih kurang dari anggota yang pernah tercatat mencapai 7000 guru,” ucap Prof Hasnawi.

Ia juga secara terang-terangan menyebutkan bahwa Ketua TP PKK yang didaulat menjadi Ketua Dewan Pembina Perempuan PGRI Kota Makassar, yang juga Bunda Paud agar kiranya dapat mengembang satu jabatan lagi yaitu Ibunda Guru yang akan dibentuk dalam waktu dekat ini.