Makassar, NusantaraInsight — Dalam rangka menyemarakkan Hari Lahir Relawan Jurnal Indonesia (RJI), pengurus RJI Sulawesi Selatan merencanakan serangkaian kegiatan pelatihan yang ditujukan bagi pengurus internal maupun pengelola jurnal ilmiah secara umum.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya RJI Sulsel dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan jurnal ilmiah di lingkungan akademik dan lembaga publikasi ilmiah.
Rangkaian kegiatan akan diawali dengan pelatihan khusus bagi pengurus RJI Sulsel yang direncanakan berlangsung pada tanggal 6 Juni 2026 secara offline, seperti rilis yang diterima, Jumat (22/5/2026)
Kegiatan internal tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas pengurus dalam pengelolaan organisasi serta pengembangan tata kelola jurnal ilmiah.
Ketua Pengurus RJI Sulsel, Dr. Ir. Akbar Iskandar, S.Pd., M.Pd., M.Kom. menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah awal untuk memperkuat kesiapan pengurus dalam menghadirkan layanan pendampingan jurnal yang lebih berkualitas kepada masyarakat akademik.
Sementara itu PIC penyelenggara program Dr. Nani Harlinda, M.Si. dan Janisa Pascawati, S,.Sos.,M.I.Kom. mengatakan “Momentum Harlah RJI ini bukan hanya menjadi ajang refleksi perjalanan RJI Sulsel, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kompetensi pengurus dan memperluas kontribusi RJI bagi pengembangan publikasi ilmiah di Sulawesi Selatan”.
Selain kegiatan internal, RJI Sulsel juga tengah mempersiapkan kegiatan pelatihan umum tata kelola jurnal ilmiah yang akan dilaksanakan secara hybrid pada akhir bulan Juni mendatang. Kegiatan tersebut terbuka bagi pengelola jurnal ilmiah dari berbagai institusi.
Pelatihan umum ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pengelola jurnal yang memiliki tingkat pengalaman berbeda baik pemula, pelupa, maupun yang telah menjadi pengelola jurnal profesional dalam publikasi ilmiah. Peserta nantinya akan mendapatkan materi mengenai tata kelola jurnal ilmiah.
Menurut Sekretaris Pengurus RJI Sulsel, Dr. M. Amran Amir, M.Pd. kegiatan ini diharapkan mampu membantu peningkatan kualitas jurnal ilmiah di daerah sekaligus memperkuat ekosistem publikasi akademik yang profesional dan berkelanjutan.
Dalam rapat pengurus yang dilaksanakan pada 22 Mei 2026 di Café Papa Onny Jl. Hertasning, Amran melihat masih banyak pengelola jurnal yang membutuhkan pendampingan teknis, baik yang baru memulai maupun yang ingin meningkatkan kualitas pengelolaan OJS mereka. Karena itu, pelatihan ini dirancang lebih aplikatif dan sesuai kebutuhan peserta,” jelasnya.













