News  

PARKIR di MIWF 2026, Mendorong Mobilitas Warga Pulau yang Inklusif

Makassar, NusantaraInsight — “Makassar ini kota yang punya kekhasan. Daerah ini punya banyak jalur transportasi yang memanfaatkan air, baik itu laut maupun sungai,” terang Rizzah Aulifia, dari Tim WRI (World Resources Institute) Indonesia, sebelum Diskusi Panel PARKIR: Re-co-ordinate Mobilitas Kepulauan Urban.

Icha, begitu ia akrab disapa, menambahkan, PARKIR yang merupakan akronim dari Pojok Belajar Rakyat Kota untuk Inisiatif Inklusif dan Rendah Emisi, merupakan pusat pembelajaran interdisipliner dan platform penelitian kolaboratif bagi masyarakat perkotaan. Biar mereka memahami isu-isu multidimemsional seputar dekarbonisasi perkotaan.

Penelitian sosial ini, sudah dilakukan di dua kota, yakni Jakarta dan Makassar, dari semula 4 kota, termasuk Semarang dan Surabaya. Diakui bahwa dua kota ini belum merepresentasikan Indonesia yang begitu luas. PARKIR merupakan kegiatan WRI Indonesia atas dukungan UKPACT.

Persoalan Indonesia, kata Icha, bukan cuma terkait infrastruktur dan fasilitas transportasi darat. Namun juga transportasi laut, mengingat kita punya banyak pulau dan sebagai negara maritim.

“Kita mendorong agar transportasi publik aksesibel bagi semua. Wacana pete-pete laut bagi warga pulau, semoga akan membantu warga dalam bermobilitas,” papar Icha.

BACA JUGA:  Kehilangan Putra Terbaik Sulawesi Selatan, Wali Kota Makassar Berduka Cita Atas Meninggalnya Komjen Purn. Jusuf Manggabarani

Diskusi Panel PARKIR: Re-co-ordinate Mobilitas Kepulauan Urban, merupakan salah satu sesi dalam perhelatan MIWF (Makassar International Writers Festival), yang digelar di Fort Rotterdam, Makassar, Minggu, 17 Mei 2026.

MIWF ke-16 ini, diselenggarakan pada 14-17 Mei 2026. MIWF merupakan festival sastra dan literasi internasional yang sudah menjadi agenda tahunan.

Selain Rizzah Aulifia, Tim WRI (World Resources Institute) terdiri dari Stella Hutagalung, Mutiara Kurniasari, dan Keisha Rahadini.

Di samping Tim WRI, ada pula fasilitator yang mendampingi peserta selama pelaksanaan kegiatan transect walk di Pulau Barrang Lompo. Para fasilitator terdiri dari Daeng Maliq, Mira Mahirah, Rahmiyanti Amir, dan Rusdin Tompo,

Pengalaman transect walk di pulau yang berjarak sekira 13 km dari Kota Makassar itulah yang dibagikan dalam diskusi panel. Narasumber terdiri dari Mutmainnah (alumni Perikanan, Unhas), Luna Vidya Matulessy (Consultant Stakeholder Engagement), dan Marwa (warga Barrang Lompo, mahasiswa Unismuh Makassar), dengan host Daeng Maliq.

Mutmainnah membagi pengalamannya. Sarjana Pertanian, Prodi Agrobisnis Perikanan ini bercerita, kegiatan PARKIR dilakukan 5 hari (20-24 April 2026), melibatkan orang muda, penyandang disabilitas, dan warga Pulau Barrang Lompo.