Kata-Kata Bertuah Mantra _: Ajoeba Wartabone_

Puisi karya Rusdin Tompo

Ajoeba lahir dari rahim sejarah
Dirawat ibu bapak dalam riwayat penuh falsafah
Wartabone-Kaluku jadi alir alur hidup
Menebalkan karakter
Menjabarkan identitasnya
Ia bertumbuh di Gorontalo dengan padu padan pikir dan zikir
Ia menuliskan dirinya sebagai penegasan sikap
Penanda bahwa visinya jelas terbaca
Menggema melintasi masa
Dari sana kita bisa mendaras Indonesia
Satu kesatuan dalam keberagaman Nusantara
Di Denpasar ia memadatkan gagasan
Zonder basa-basi seutuhnya bagi NKRI
Di Makassar kata-katanya mengentak mengajak:
“Sekali ke Djokja Tetap ke Djokja”
Bukan sekadar jargon pidato
Lalu menguap di udara
Bukan sekadar teriakan di ruang rapat
Dengan tepuk tangan berbatas dinding
Riuh
Kemudian diam
Bisu
Tetapi kalimat bertuah mantra yang bikin merinding
Sebagai garis pedoman
Bahwa hidup mesti tegak dipertaruhkan
Bahwa tiada yang lebih membahagiakan
Selain tulus memilih jalan pengabdian
Itulah bukti bakti
Ta loo Layi a Lipu.

Makassar, 28 Maret 2026

*) Rusdin Tompo lahir di Ambon, 3 Agustus 1968. Merupakan inisiator Komunitas Puisi (KoPi) Makassar. Telah menerbitkan beberapa buku kumpulan puisi. Namanya tercantum dalam buku Apa dan Siapa Penyair Indonesia (Yayasan Hari Puisi Indonesia, 2017). Selain sebagai penulis, ia juga merupakan editor, dan penggiat literasi. Ia merupakan Koordinator Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA Provinsi Sulawesi Selatan.

BACA JUGA:  Rusdin Tompo "Ana Makassar Basar di Ambon" Bukan Carita Batu Badaong di Museum Kota