Perkuat Literasi, “Permata Karya” dan Launching Program Pannyaleori Institut Digelar

NusantaraInsight, Takalar — Yayasan Pendidikan Literasi Seni Sastra Pannyeleori menggelar diskusi buku “Permata Karya” karya Prof Kembong Daeng dan launching program Pannyaleori Institut di Dusun Bonto Lebang, Desa Moncong Komba Kecamatan Polongbangkeng Selatan Kabupaten Takalar, Sabtu (3/1/2026).

Mengangkat tema “Perkuat Literasi demi Pemajuan Kebudayaan” hadir sebagai narasumber untuk membedah buku Permata Karya antara lain: Prof Sukardi Weda, Rusdin Tompo, Abdul Jalil Mattewakkang, Rosita Desriani dan sebagai pemandu dipercayakan kepada Anwar Nasyaruddin yang juga sebagai Sekretaris Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI).

Sebelum diskusi buku, digelar launching program Pannyaleori Institut yang juga dihadiri oleh para penggiat literasi baik di Kabupaten Takalar maupun di Kota Makassar.

Selain itu, launching ini juga dihadiri oleh tokoh masyarakat Desa Moncong Komba, seperti Syamsu Salewangang, ST.,M.Si. Dg Gajang, Mansyur Salam anggota DPRD, Kepala Desa Moncong Komba dan juga kaum kerabat Prof Kembong Daeng.

Syamsu Salewangang yang juga Wakil Rektor IV Universitas Syekh Yusuf (USY) Al-Makassari mewakili masyarakat Moncong Komba menyampaikan tentang Pannyeleori Institut yang menurutnya Pannyeleori adalah seperti air di musim kemarau atau oase.

BACA JUGA:  PAK BADARUDDIN AMIR TELAH PERGI MENGHADAP

Ia juga menyampaikan tentang sekilas tentang Moncong Komba yang merupakan salah satu tonggak berdirinya Polongbangkeng.

Dg Gajang begitu akrabnya disapa, lebih luas menyampaikan tentang tiga semangat orang Makassar di perantauan.

“Di perantauan kita harus menguasai tiga unsur, yaitu kuasai pendidikan, kuasai ekonomi dan kuasai politik. Itulah orang-orang Makassar yang berhasil di perantauan itu menguasai ke tiga hal itu,” ungkapnya.

“Untuk itu, saat ini dengan hadirnya Pannyeleori Institut di Desa Moncong Komba, maka warga di Moncong Komba memiliki ketajaman intelektual, dan bukan lagi keberanian,” tuturnya.

“Maka dari itu saya mengharapkan, kita kembali merebut kejayaan masa lalu, baik itu ke-ulamaan dan cendekiawan,” pungkasnya.

Sementara itu, penulis buku Permata Karya, Prof Kembong menerangkan bahwa kehadiran Pannyeleori Institut di Desa Moncong Komba dapat menjadi Kampung Wisata Budaya, Sejarah dan kebudayaan di Takalar.

Tak lupa juga, ia menyapa Prof Sukardi Weda, “Saya dapat meraih gelar profesor karena campur tangan Profesor yang terus memberikan semangat.”

Ia juga menyampaikan pesan almarhum suaminya kepada anaknya agar selalu memegang amanah.

BACA JUGA:  Amir Jaya Menangis

“Jagalah amanah dari bapakmu, Bapak mu berpesan “kamu dari kampung dan kembali lah ke kampung untuk membangun kampungmu,” ucapnya sembari menyeka air matanya.