Nama Yamal yang semakin harum di La Masia memikat Xavier Nandes pada tahun 2022 yang saat itu masih didapuk sebagai pelatih utama Barcelona. Yamal ketika itu tercatat sebagai anggota tim junior usia 15 tahun, dipilih sebagai salah satu pemain akademi yang diajak Xavier berlatih bersama tim senior.
Panggilan itu rupanya tidak disia-siakan oleh Yamal. Ia mengeluarkan semua kemampuan terbaiknya pada setiap sesi latihan. Xavier yang sebelunya merupakan jebolan La Masia sampai tidak bisa menyembunyikan kekaguman atas kemampuan individu anak berayah Maroko ini. Pelatih berusia 45 tahun itu paham betul, Yamal sebagai pemain kidal yang sangat mengerti harus mempercepat atau men-”delay” permainan.
Xavier memberikan debut pertama Yamal bersama tim senior Barca. Pada laga melawan Real Betis 29 April 2023, publik Camella menyambut Yamal dengan tepukan meriah. Saat dimasukkan pada menit ke-63 menggantikan Javi, meskipun tidak begitu lama berada di lapangan, Yamal mengukir sejarah rekor baru dalam sejarah sepak bola Spanyol. Ia tercatat sebagai pemain muda pertama yang menjalani debut bersama Barcelona di La Liga pada usia 15 tahun 290 hari. Sebelumnya, rekor ini dipegang Armando Zagi pada tahun 2022.
Yamal bisa berbangga karena bisa tampil dengan tim utama lebih muda dari pemain lainnya hingga Lionel Messi. Pencapaian itu semakin tambah spesial saat dia tampil sebagai salah seorang pemain La Liga pada tahun 2023 dengan keunggulan 10 poin atas Real Madrid. Sungguh merupakan debutan yang bagus bagi Yamal, sehingga menjadi andalan baru bagi Catalan — nama asal Barcelona.
Sejak mulai debutnya tahun 2023, Yamal sudah mengukir rekor kinclong, baik bersama Barca maupun timnas Spanyol. Dia menjadi pencetak gol termula di Liga Champions pada usia 17 tahun 60 hari pada 15 Agustus 2024. Pencetak gol termuda di El Clasico berusia 17 tahun 105 hari pada 26 Oktober 2024. Dan pencetak gol termuda sepanjang sejarah Euro pada usia 16 tahun 361 hari pada Euro 2024.
Paling baru, pemilik 10 caps ini menjadi pemain muda yang mencetak gol di semifinal Liga Champions pada usia 18 tahun 291 hari. Yamal melakukannya saat mengoyak gawang Inter Milan, sebuah fenomena yang menurut Ximone Inzaghi, terjadi setiap 50 tahun sekali.
Trivia (serba-serbu fakta). Lamine Yamal langsung disebut-sebut anak ideologis Lionel Messi. Julukan itu diberikan karena Yamal yang sama-sama jebolan La Masia seperti Messi. Sampai akhirnya muncul sebuah foto Yamal saat bayi yang dimandikan La Pulga (Messi) di media sosial. Sontak jagat sepak bola dunia geger. Usut punya usut, foto itu diambil pada tahun 2007, dalam acara kampanye yang diadakan di Ario Sport dan Unit di Stadion Camella.
Ketika itu Yamal berumur 6 bulan, sedangkan Messi sudah berusia 20 tahun. Ternyata foto itu sudah lama disimpan oleh keluarga Yamal dan baru saja tersebar karena tidak ingin anaknya disamakan dengan Messi yang sudah melegenda.
Trivia kedua, Yamal yang mengidolakan Messi yang setiap memakai sepatu Adidas seri X-50 itu pernah digunakan Messi. Uniknya, Yamal meminta Adidas menempelkan bendera Maroko dan Guinea Ekuatorial di sisi sepatunya. Hal itu dilakukan Yamal untuk menghormati asal dari kedua orang tuanya.
Terakhir ada makna dari selebrasi dirinya setiap mencetak gol. Yamal akan menunjukkan gestur tangan yang seakan menunjukkan angka 304. Bila diselisik (diungkap, bukan “ditelisik”), angka 304 adalah digit terakhir dari kode pos lokal di daerah Rocafonda. Daerah yang sangat melekat di hati Yamal karena di sanalah ayahnya tinggal setelah berpisah dengan ibunya. Yamal memiliki memori yang sangat kuat dengan Rocafonda dan mengabadikannya pada setiap selebrasinya.












