Tidak butuh waktu lama bagi Barcelona untuk terkesima lantas menyodorkan kontrak pada tahun 2014, saat Yamal baru beranjak 7 tahun. Inilah yang membuat tim pemandu bakat La Masia sampai “klepek-klepek” dengan kemampuan Yamal. Mantan Direktur La Masia, Rora, menilai, kontrol bola Yamal sangat bagus dan kecepatan lari serta eksekusi yang sangat bagus dan presisi. Rora pun memberi kesempatan belajar sepak bola kepada Yamal bersama Akademi Barcelona.
Setelah tanda tangan tergores di atas kertas, mulailah perjalanan Yamal menjadi penyerang yang ‘tokcer’. Dasarnya sudah jago sejak lahir, Yamal bagaikan anak sekolah yang pintarnya “kebangetan” sampai berkali-kali akselerasi kelas untuk bocah sepantarannya.
Eks pelatih Yamal di Barca U-12 Class Albert Cuis berkata, Yamal tampil menonjol dibandingkan teman seangkatannya. Sehingga, ia tidak ragu mempromosinya ke tingkat yang lebih tinggi.
Nama Yamal yang semakin harum di La Masia memikat Xavier Nandes pada tahun 2022 yang saat itu masih didapuk sebagai pelatih utama Barcelona. Yamal ketika itu tercatat sebagai anggota tim junior usia 15 tahun, dipilih sebagai salah satu pemain akademi yang diajak Xavier berlatih bersama tim senior.
Panggilan itu rupanya tidak disia-siakan oleh Yamal. Ia mengeluarkan semua kemampuan terbaiknya pada setiap sesi latihan. Xavier yang sebelunya merupakan jebolan La Masia sampai tidak bisa menyembunyikan kekaguman atas kemampuan individu anak berayah Maroko ini. Pelatih berusia 45 tahun itu paham betul, Yamal sebagai pemain kidal yang sangat mengerti harus mempercepat atau men-”delay” permainan.
Xavier memberikan debut pertama Yamal bersama tim senior Barca. Pada laga melawan Real Betis 29 April 2023, publik Camella menyambut Yamal dengan tepukan meriah. Saat dimasukkan pada menit ke-63 menggantikan Javi, meskipun tidak begitu lama berada di lapangan, Yamal mengukir sejarah rekor baru dalam sejarah sepak bola Spanyol. Ia tercatat sebagai pemain muda pertama yang menjalani debut bersama Barcelona di La Liga pada usia 15 tahun 290 hari. Sebelumnya, rekor ini dipegang Armando Zagi pada tahun 2022.
Yamal bisa berbangga karena bisa tampil dengan tim utama lebih muda dari pemain lainnya hingga Lionel Messi. Pencapaian itu semakin tambah spesial saat dia tampil sebagai salah seorang pemain La Liga pada tahun 2023 dengan keunggulan 10 poin atas Real Madrid. Sungguh merupakan debutan yang bagus bagi Yamal, sehingga menjadi andalan baru bagi Catalan — nama asal Barcelona.
Sejak mulai debutnya tahun 2023, Yamal sudah mengukir rekor kinclong, baik bersama Barca maupun timnas Spanyol. Dia menjadi pencetak gol termula di Liga Champions pada usia 17 tahun 60 hari pada 15 Agustus 2024. Pencetak gol termuda di El Clasico berusia 17 tahun 105 hari pada 26 Oktober 2024. Dan pencetak gol termuda sepanjang sejarah Euro pada usia 16 tahun 361 hari pada Euro 2024.


br
br
br






br
br






br