Perseteruan Arung Palakka dan Kompeni Diulas. Segera Terbit ! Novel Sejarah ‘Tanah Lange-Lange’

Batavia menyadari bahwa mempertahankan Hartsink dapat membuat kepentingan Kompeni Belanda di Sulawesi Selatan semakin terganggu.
Pada Oktober 1690, Hartsink akhirnya ditarik dari Fort Rotterdam dan ditempatkan di Batavia.
Namun keputusan itu belum menutup persoalan. Pada Juni 1691, Batavia mengirim tim investigasi yang dipimpin De Haas untuk menyelidiki lebih jauh perselisihan antara Arung Palakka dan Hartsink.

Pertanyaan pun kembali diarahkan kepada tanah kecil di tepi Teluk Bone itu. Apa yang sebenarnya terjadi di Lange-Lange? Apakah Arung Palakka telah melampaui batas? Apakah Hartsink sedang mempertahankan kewibawaan Kompeni Belanda? Ataukah Lange-Lange hanyalah pintu masuk menuju pertarungan yang lebih besar tentang siapa yang sesungguhnya menguasai Sulawesi Selatan?

Pada akhirnya, novel ini bukan hanya kisah tentang Arung Palakka dan Hartsink. Ini adalah kisah tentang tanah yang diperebutkan, kekuasaan yang berubah, kesetiaan yang diuji, dan manusia-manusia yang datang silih berganti untuk menguasai sebuah tanah yang tetap tinggal di tempatnya. Dan di tepi Teluk Bone, Lange-Lange menjadi saksi bahwa sejarah sering kali tidak ditentukan hanya oleh mereka yang memiliki kekuasaan, tetapi juga oleh siapa yang mampu membuat kekuasaannya dianggap sah oleh orang lain.

BACA JUGA:  Kaki-Kaki Telanjang Dibahas, Ada Apa ?