Disisi lain, ketika penceritaan dalam cerpen di antologi solo ini lebih ingin dicermati maka dari sisi teknis, masih ditemukan beberapa kebocoran logika yang perlu ditambal dengan cermat, unik dan kalau bisa lebih mengejutkan. Selain itu, penting kesadaran bahwa seberapa kenal kita dengan tokoh, setting, karakter dan lainnya, tidak otomatis pembaca mengenalnya seperti itu. Sensasi itulah yang terjadi pada PYMRB.
“Lepas dari ungkapan saya diatas. Tetap dapat dipercaya bahwa Mira Pasolong adalah salah seorang dari sedikit cerpenis wanita berbakat besar yang menjanjikan masa depan keberlajutan dinamika sastra Indonesia. Aamiiin Ya Rabbal alamin.,” tandasnya.












