***
Pena sangat berjasa ketika mesin cetak belum ada. Para warraq berperan penting dalam penyebaran pengetahuan dan literasi di dunia Islam selama Abad Pertengahan. Mereka terlibat dalam berbagai aspek produksi dan distribusi buku, mulai dari pembuatan kertas hingga penyalinan, penjilidan, dan penjualan buku meskipun secara harfiah warraq berarti pengrajin kertas.
Penyalinan buku dilakukan dalam arti sesungguhnya, menyalin dengan menulis satu persatu buku, menambahkan komentar pada buku yang sedang ditulis karena para warraq memang sangat ahli dalam banyak bidang pengetahuan.
Salah satu warraq terkenal pada abad ke-10 adalah Ibn al-Nadim. Ia menulis Kitab al-Fihrist, sebuah ensiklopedia dan bibliografi yang memberikan pandangan mendalam tentang dunia literatur dan pengetahuan pada zaman keemasan Islam.
Bayangkan bagaimana kemampuan Ibn al-Nadim menulis tangan Kitab al-Fihrist yang berisi 10 bagian permasalahan dengan pembahasan yang luas lalu memproduksinya juga dengan menyalinnya. Tentu dengan bantuan pena yang ada pada masa itu.












