Ishakim Bawa “Spirit Leang-Leang” Hadir di Makassar pada Oktober 2026

Makassar, NusantaraInsight — Seniman Ishakim akan menggelar pameran tunggal bertajuk “Spirit Leang-Leang: Pasar, Transaksi Rupa dalam Batu Gua” di Kantor Penerbit de Lamacca, Jalan Borong Raya Nomor 75A, Makassar.

Pameran tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 1 hingga 4 Oktober 2026, pukul 08.00–17.30 Wita. Rangkaian kegiatan diawali diskusi pada Kamis, 1 Oktober 2026, pukul 15.30–17.30 Wita.

Diskusi menghadirkan Dr. Yadi Mulyadi, S.S., M.A., Ketua Departemen/Program Studi Arkeologi Universitas Hasanuddin, sebagai narasumber. Sementara itu, Yohanes Benediktus, S.S., dari Lontara Hijau Education Foundation, bertindak sebagai moderator.

Mengangkat Jejak Seni Gua

Pameran ini menjadi bagian dari rangkaian program “Spirit Leang-Leang”, yang menjadikan jejak seni cadas dan warisan prasejarah Leang-Leang sebagai sumber inspirasi penciptaan karya seni rupa.

Melalui tema “Pasar: Transaksi Rupa dalam Batu Gua”, Ishakim menghadirkan gagasan tentang hubungan antara karya seni, ruang sosial, sejarah, dan praktik pertukaran nilai. Batu gua tidak hanya dipandang sebagai tinggalan masa lalu, tetapi juga sebagai ruang yang menyimpan ingatan, simbol, serta jejak kreativitas manusia.

BACA JUGA:  Bincang Buku Misteri Jalan Setapak dan Menanjak, Fiam: Menulis itu Misteri

Karya-karya yang dipamerkan diharapkan membuka ruang percakapan mengenai perkembangan seni rupa, khususnya keterkaitannya dengan sejarah kebudayaan Sulawesi Selatan.

Profil Ishakim

Ishakim dikenal sebagai seniman yang aktif dalam bidang seni rupa, teater, dan kegiatan kebudayaan di Makassar. Ia pernah terlibat dalam berbagai kerja artistik bersama komunitas seni, termasuk Teater Kita Makassar.

Dalam sejumlah kegiatan seni pertunjukan, Ishakim berperan sebagai penata artistik sekaligus aktor. Ia juga tercatat berkontribusi dalam pengembangan komunitas seni dan pelestarian ekspresi budaya lokal.

Selain berkarya di bidang seni rupa, Ishakim pernah terlibat dalam kegiatan pendidikan dan pengembangan seni di Sulawesi Selatan. Pengalaman lintas bidang tersebut tercermin dalam karya-karyanya yang memadukan unsur visual, sejarah, tradisi, dan kehidupan masyarakat.

Keterlibatan Ishakim dalam Teater Kita Makassar serta sejumlah kegiatan seni dan kebudayaan menjadikannya salah satu seniman yang aktif dalam ekosistem seni di Makassar.