Saat Erina sudah tidur suara handphone Bii Iyem berdering, Bii Iyem melihat handphonenya ternyata Bu Yana menelpon, “Bii apakah Neng Erina sudah tidur ?” tanya Bu Yana.“Iya Bu Neng Erina sudah tidur, oh ya Bu besok acara ulang tahun Neng Erina jam berapa Ibu Pulang?” tanya Bibi Iyem dengan suara memelas
“Biii…. aku akan pulang besok subuh pesawat pukul 04.00, semoga saja aku sampai di rumah sebelum Neng Erina bangun, bagaimana persiapan acara ulang tahun Neng Erina di rumah dan di sekolah Bi..apakah semua sudah siap?, oh ya tolong sampaikan ke Ibu Kepala Sekolah setelah acara penamatan dilanjutkan dengan acara Ulang tahun Neng Erina”, Bii aku yang akan mandikan Neng Erina besok pagi sebelum ke sekolah, nanti aku akan kabari lagi ya Biii, jaga Neng Erina baik baik”bu Yana memastikan persiapan ulang tahun putrinya sudah siap ” baik Bu semua persiapan Ulang Tahun Neng Erina sudah siap Bu, Bibi Iyem meyakinkan Bu Yana.
Subuh dinihari bu Yana sudah sampai di Bandara namun alangkah kecewanya ternyata pesawat yang akan dinaiki rupanya delay, mendapat informasi tersebut Bu Yana segera mengecek maskapai lainnya dengan penerbangan pagi, ternyata semua pesawat sudah ful, bu Yana hanya bisa duduk lemas dan menangis ia mengingat putrinya pasti akan sangat sedih dan kecewa, rasanya ia tak sanggup untuk menelpon Erina anak satu-satunya.
Bu Yana hanya mengirimkan watshap ke Bibi Iyem” Bii… pesawatku delay dan tak adalagi pesawat pagi ini, tolong Bii sampaikan kepada Ibu Kepala sekolah untuk rayakan ulang tahun Erina meskipun aku telat datang, hibur Neng Erina, sampaikan aku akan segera datang, peluk cium untuk Putriku tercinta”
“Biii mana Ibu ku …, Erina tidak akan mandi sebelum Ibuku pulang, tangis Erina sudah memuncak”, ia tak lagi bisa dibujuk, ia tak ingin mandi tanpa Ibunya, Erina akhirnya berangkat ke sekolah tanpa mandi, hari itu ia hanya ingin dimandikan Ibunya.
Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 pagi, acara penamatan dan perpisahan sudah selesai dan akan dilanjutkan dengan acara ualang tahun Neng Erina, Bii Iyem mencoba menghubungi Ibu Yana melalui Handphone teryata Handphone Bu Yana sudah tidak aktif lagi, “Biii kapan Ibuku datang ?” tanya Erina dengan air mata yang sudah jatuh membasahi pipinya yang lembut dan manis.
“Sebentar lagi Neng sabar ya..” bujuk Bii Iyem, “ayo Neng kita duduk di depan acara ulang tahun Neng segera dimulai” sambil menggandeng tangan Erina.
Setelah acara dimulai tiba-tiba Erina menarik tangan Bibi Iyem, Erina minta dipeluk sama Bibi Iyem, Bibi Iyem memeluk Erina dengan penuh kasih sanyang diciumnya Erina dengan lembut, saat itu Erina berbisik “ Bii kapan Ibuku pulang aku ingin dimandikan Ibu”, dan tiba-tiba tangan erina jatuh terkulai, Bibi Iyem kaget, Erina segera dibawa ke rumah sakit terdekat, ternyata Neng Erina sudah tidak ada lagi, Neng Erina pergi dengan bulir-bulir air mata di pipinya, menantikan kedatangan sang Ibu.
Saat Itu Ibu Yana sudah tiba di Sekolah, ia hanya bertemu dengan security yang mengarahkan Bu Yana segera ke rumah sakit, setelah sampai di rumah sakit, Bu Yana mendapati putrinya telah kaku, ia hanya bisa menangis, mencium dan memeluk putrinya seakan tak ingin ia lepaskan, ia sangat menyesal selama ini tak pernah memenuhi keinginan putrinya, ia merasa semua hartanya sudah tak berarti lagi, putri satu satunya harapannya, penyemangatnya untuk bekerja sudah tidak ada lagi. Dalam tangisnya Bu Yana menyampaikan “ Anakku Erina hari ini Ibu akan memandikan kamu Nak, Ibu akan memenuhi janjiku untuk memandikanmu, maafkan Ibu tak mampu memenuhi keinginanmu, semua ini kulakukan hanya demi masa depanmu- kamu tega meninggalkan ibu……” Ibu Yana larut dalam kesedihan yang mendalam, setelah kehilangan suaminya kini kehilangan putrinya, pukulan terberat dalam hidupnya.












