“Sebenarnya menarik bila penulis lebih menonjolkan sudut pandang orang biasa dalam cerpennya. Karena selama ini suasana dan gejolak batin orang biasa jarang diungkap dalam cerpen berlatar sejarah,” papar Ferdhiyadi.
Usai pembahasan buku antologi cerpen, dilanjutkan dengan talkshow sekaitan dengan penerbitan buku yang naskahnya siap cetak. Sesi yang dibawakan oleh A Nursayyidatul Lutfiah dari Forum Lingkar Pena (FLP) sekaligus membuka kelas menulis bagi peserta yang hadir. (*)
.












