Wardah Dorong Calon Eco Ranger Unismuh Jadi Motor Komunikasi Lingkungan

Untuk menjangkau mahasiswa, ia mendorong pemanfaatan media yang dekat dengan generasi muda, seperti Instagram, TikTok, video pendek, hingga grup WhatsApp.

Tak hanya edukasi, Wardah juga menyoroti pentingnya advokasi lingkungan dalam mendorong perubahan sistem di kampus.

Menurutnya, advokasi dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti mengusulkan tempat sampah organik di kantin, membuat jadwal pengambilan limbah dapur, hingga menyusun panduan pemilahan.

“Advokasi itu bukan cuma protes, tetapi usaha mendorong perubahan agar kebiasaan baik mendapat dukungan sistem,” ujarnya.

Ia berharap, mahasiswa yang mengikuti penjaringan Eco Ranger dapat menjadi penggerak dalam membangun budaya pengelolaan sampah organik di lingkungan kampus.

“Eco Ranger bukan hanya orang yang tahu membuat kompos, tetapi mampu mengubah sisa dapur menjadi gerakan lingkungan,” tutupnya.***

BACA JUGA:  Pemprov Sulsel Tangani Sekolah Terdampak Bencana