Unhas Gelar Bimtek Calon Pendamping KKN 2026

Dalam rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Calon Dosen Pendamping Kegiatan (DPK) KKN Gelombang 116, Ir. Sahriyanti Saad, M.Si., Ph.D. turut menyampaikan materi bertajuk “Transformasi Kuliah Kerja Nyata”. Materi tersebut menekankan pentingnya transformasi pelaksanaan KKN sebagai ruang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengabdian, tetapi juga pada inovasi, kolaborasi, dan kebermanfaatan yang berkelanjutan bagi masyarakat. Melalui pemaparan tersebut, peserta diajak memahami arah baru KKN yang adaptif terhadap tantangan sosial dan kebutuhan pembangunan masyarakat di era saat ini.

Selain itu, sesi penguatan kapasitas dosen pendamping juga diisi oleh Dr. Ir.Syarifuddin Mabe Parenreng, MT., IPU., ASEAN., Eng. dengan materi “DPK Berdampak terhadap Karier Akademik”. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa keterlibatan dosen dalam pendampingan KKN tidak hanya memiliki nilai pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan rekam jejak akademik dosen. Materi tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya peran DPK dalam mendukung tridarma perguruan tinggi sekaligus memperkuat profesionalitas dan capaian akademik dosen di lingkungan perguruan tinggi.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKN Unhas Buat Inovasi Edukasi Visual Alur Pra-Penuntutan di Kejati Sulsel

Rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) Calon Dosen Pendamping Kegiatan (DPK) KKN Gelombang 116 juga menghadirkan sejumlah materi teknis dan penguatan pendampingan yang dibawakan oleh para narasumber dari berbagai bidang keahlian. Rezky Ramadhani, S.S., M.Litt., membawakan materi mengenai “Pengenalan SIM dan Rubrik Penilaian” yang memberikan pemahaman kepada peserta terkait mekanisme penggunaan sistem informasi serta indikator penilaian dalam pelaksanaan KKN. Materi ini menjadi bagian penting dalam memastikan proses administrasi, pelaporan, dan evaluasi kegiatan KKN dapat berjalan secara terukur dan sistematis.

Selanjutnya, Sulaeha, SP., M.Si., Ph.D., menyampaikan materi bertajuk “Penyusunan Program Kerja dan Hilirisasi”. Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami pentingnya penyusunan program kerja yang berbasis kebutuhan masyarakat serta berorientasi pada keberlanjutan dan dampak nyata. Konsep hilirisasi program juga diperkenalkan sebagai upaya agar hasil kegiatan KKN tidak berhenti pada pelaksanaan semata, melainkan mampu memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat sasaran.

Sementara itu, materi mengenai “Interaksi DPK dengan Mahasiswa” dibawakan oleh Nursyamsi, drg., M.Kes. Pada sesi tersebut, peserta memperoleh penguatan terkait pola komunikasi, pendekatan pembinaan, serta strategi pendampingan yang humanis dan efektif dalam mendukung pelaksanaan KKN di lapangan. Materi ini menegaskan bahwa keberhasilan program KKN tidak hanya ditentukan oleh program kerja yang baik, tetapi juga oleh kualitas interaksi dan kolaborasi antara dosen pendamping dan mahasiswa selama proses pengabdian berlangsung.