Jadi diakui, keberhasilan masuk 6 besar IMA 2023, merupakan hasil kerja tim. Diperjelas bahwa yang dimaksud tim adalah Komite Sekolah, orangtua siswa dan guru-guru. Itu juga yang sekolahnya lakukan ketika berhasil meraih Adiwiyata Nasional. Ini semua butuh waktu, strategi, dan pendekatan.
Partisipasi dan kolaborasi dengan orang tua diperlukan bisa berupa tenaga, dan ide-idenya. Disampaikan, ada memang kegiatan-kegiatan yang tidak bisa dibiayai dari dana BOS. Sehingga itu diambil dari program inovasi S3, yang merupakan hasil sumbangan sukarela.
Ketua Komite Sekolah SD Negeri Rappocini, H Azis Undjung, mengakui banyak perubahan setelah Juli Astutik jadi kepala sekolah di sini. Di antaranya, dia berhasil menggalang dukungan partisipasi dari orang tua dan membuat terobosan lewat program-program inovasi di SD Negeri Rappocini.
Saat verifikasi lapangan oleh Tim Juri IMA 2023, hadir mitra dari kalangan media massa, dan pegiat literasi, Rusdin Tompo. Sejumlah kepala sekolah juga datang memberi support, di antaranya Kepala SD Inpres Cilallang, Dra Hj Hasniah, Kepala SDN Kompleks Sambung Jawa, Fahmawati, S.Pd, Kepala SD Inpres Kelapa Tiga 1, Hj Nahidha Mallapiang, S.Pd, M.Pd, dan Plh Kepala SD Inpres Hartaco Indah, Nuraeni Amir, S.Pd. (*)












