Tawaran Solusi Inovatif untuk Banjir Makassar: Junardin Djamaluddin Raih Gelar Doktor Ilmu Lingkungan Unhas dengan Capaian Sempurna

Lebih dari sekadar dokumen teknis hidrologis, blueprint ini memiliki dimensi sosial-kultural yang kuat. Dr. Junardin merumuskan pendekatan perancangan lanskap tematik berbasis prinsip diversity within coherence (keberagaman dalam kesatuan). Artinya, ruang terbuka hijau dan badan air tidak hanya difungsikan sebagai infrastruktur mitigasi banjir, tetapi juga dirancang sebagai ruang publik estetik yang memperkuat identitas visual dan karakter Makassar sebagai kota pesisir.

 

Harapan untuk Pembangunan Makassar ke Depan

Hasil ujian yang sempurna ini menjadi bukti bahwa model perencanaan lanskap adaptif yang ditawarkan sangat kokoh secara akademis dan siap untuk dioperasionalkan. Temuan ini menjadi angin segar dan sumbangsih pemikiran yang sangat berharga bagi Pemerintah Kota Makassar—khususnya Dinas Penataan Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, dan Dinas Lingkungan Hidup—dalam menyusun kebijakan tata ruang dan mitigasi bencana ke depan.

Dengan penerapan blueprint infrastruktur hijau-biru ini, Kota Makassar memiliki panduan spasial yang jelas untuk berkembang menjadi kota yang tangguh terhadap bencana (urban resilience), berkelanjutan, sekaligus menghadirkan ruang hidup yang nyaman dan beridentitas bagi seluruh warganya.

BACA JUGA:  Dr Basri Tegaskan Sekolah Harus Jadi Safe House Bagi Siswa