Dalam seminar tersebut, ia memaparkan sejumlah ciri era digital dalam pendidikan, seperti pembelajaran daring, penggunaan AI, VR/AR, gamifikasi, hingga pendidikan berbasis data.
Peran guru pun disebut mengalami perubahan besar, dari sekadar pemberi materi menjadi fasilitator, mentor, motivator, inovator, hingga pembimbing etika digital bagi generasi Z dan Alfa.
Namun demikian, transformasi pendidikan juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kesenjangan akses teknologi, rendahnya literasi digital, risiko hoaks dan penipuan online, hingga keterbatasan infrastruktur.
Karena itu, Hasnawi mendorong penguatan kompetensi profesional guru melalui pelatihan TIK berkelanjutan, pengembangan konten digital pembelajaran, mentoring antar guru, serta pemanfaatan platform pembelajaran daring.
“Guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat. Dunia berubah sangat cepat, maka pendidikan juga harus bergerak cepat,” tegasnya.
Seminar nasional tersebut diikuti ratusan guru dan tenaga pendidik dari berbagai wilayah di Kabupaten Luwu Timur sebagai bagian dari penguatan kapasitas guru menghadapi era disrupsi digital. ***













