Selama enam tahun mengajar di MTsN 2 Enrekang, ia dikenal dekat dengan siswa dan aktif mendorong kreativitas peserta didik. Baginya, seorang guru bukan hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga memberi contoh bagaimana bakat dapat terus dikembangkan.
Sementara itu, Anggita Datulumuran juga terus mematangkan kemampuan vokalnya menjelang Porsenijar Sulsel 2026. Guru Seni SMP Negeri 2 Baroko itu menjadi salah satu harapan Enrekang di kategori solo putri. Bersama Rusmin, ia menjalani latihan rutin untuk memperkuat teknik vokal, penghayatan lagu, dan kepercayaan diri di atas panggung.
Bagi keduanya, Porsenijar bukan sekadar perlombaan seni antarguru, melainkan ruang pembuktian bahwa pendidik juga mampu menghadirkan inspirasi melalui bakat dan kreativitas.
Dari ruang kelas hingga panggung kompetisi, Rusmin Rosman dan Anggita Datulumuran kini membawa satu harapan yang sama: mempersembahkan medali emas untuk Enrekang di Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026 di Sidrap.













