NusantaraInsight, Makassar — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Makassar aktif hadir dalam Rapat Konsolidasi dan Workshop Pemetaan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Tahun 2026.
Acara dua hari ini, 20-21 April 2026, digelar di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan, menjadi momen krusial untuk tingkatkan profesionalisme ribuan guru di wilayah ini.
Sekretaris PGRI Makassar, Dr. Abd. Asis Karim, S.Pd., M.Pd., mewakili Ketua PGRI Kota Makassar, tampil hadir di pembukaan yang dipimpin Sekretaris Direktorat Jenderal GTK Kemendikbudristek, Temu Ismail, S.Pd., M.Si. Kegiatan ini juga ramai dihadiri perwakilan organisasi pendidikan mitra seperti PGRI Sulsel, PGRI kabupaten/kota se-Sulsel, IGI Sulsel, IGORNAS Sulsel, IGPKHI Sulsel, BMPS Sulsel, AGPAII Sulsel, IGTKI Sulsel, dan HIMPAUDI Sulsel.
Usai acara, Dr. Asis demikian akrab disapa berbagi pandangannya kepada tim media.
“Rapat ini sangat penting bagi GTK di Kota Makassar khususnya dan Sulawesi Selatan pada umumnya,” katanya Selasa (21/4/2026). Ia beri apresiasi tinggi karena peserta bisa susun peta kompetensi GTK secara komprehensif, dukung program pengembangan guru sepanjang 2026.
Lewat sesi konsolidasi, para peserta bedah data kompetensi terbaru dari asesmen nasional. Sementara workshop praktik fokus pada instrumen pemetaan terintegrasi dengan pembelajaran mendalam.
“Ini langkah strategis identifikasi kekuatan dan kelemahan GTK, agar pelatihan tahun depan tepat sasaran,” tegas Dr. Asis.
Harapannya, acara ini hasilkan database kompetensi akurat yang bisa diakses real-time, tingkatkan kualitas belajar-mengajar di sekolah-sekolah Sulsel.
“Kami harap ini bukan sekadar rapat formal, tapi alat hidup untuk pengembangan berkelanjutan GTK. Guru kita harus siap tantang pendidikan abad 21,” pungkasnya penuh semangat.
Kegiatan ini jadi sinyal positif bagi dunia pendidikan Makassar, di mana ribuan guru butuh pemetaan kompetensi untuk hadapi transformasi digital.













