Tim PKM LP3M Unismuh Makassar Observasi di Desa Timbuseng Gowa, ini Tujuannya

Gowa, NusantaraInsight — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) LP3M Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar melakukan observasi lapangan di Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Kamis (11/6).

Kegiatan tersebut menjadi tahap awal pelaksanaan program pengabdian bertajuk “Pelatihan Media Edukasi Digital untuk Kampanye Pencegahan Stunting di Desa Timbuseng Kabupaten Gowa.”

Tim pengabdi terdiri atas dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unismuh Makassar, yakni Dr Muhammad Yahya MSi, Arni S.Kom MIKom, dan Dr Hafiz Elfiansya Parawu ST MSi, didampingi sejumlah mahasiswa.

Kedatangan tim disambut Pejabat Kepala Desa Timbuseng Arifai SSos, Ketua PKK Desa Timbuseng Hj Rahmawati, Kepala Dusun Tamalate Munawir Muzakir SPdI, serta Kepala Dusun Bollangi Asriadi.

Ketua Tim PKM, Dr Muhammad Yahya MSi, menjelaskan observasi dilakukan untuk memetakan kebutuhan masyarakat sekaligus mengidentifikasi potensi pemanfaatan media digital dalam mendukung kampanye pencegahan stunting.

“Stunting masih menjadi persoalan yang memerlukan perhatian bersama karena berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Melalui pelatihan media edukasi digital ini, kami ingin menghadirkan pendekatan yang lebih inovatif dan mudah dipahami masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA:  SLBN 1 Makassar Gelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru, Apa itu Kompetensi

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi membuka peluang besar bagi masyarakat desa untuk memanfaatkan berbagai platform digital sebagai sarana edukasi kesehatan keluarga. Video edukasi, infografis, konten media sosial, hingga aplikasi komunikasi dapat menjadi media yang efektif dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat.

Dari hasil observasi lapangan, tim menemukan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi. Kader posyandu, ibu rumah tangga, hingga kelompok pemuda desa menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam program tersebut.

“Hasil observasi menunjukkan Desa Timbuseng memiliki potensi besar untuk mengembangkan kampanye kesehatan berbasis digital. Kami berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memproduksi dan menyebarluaskan informasi yang benar mengenai pencegahan stunting,” kata Yahya.

Ia menambahkan, keberhasilan pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada pelayanan kesehatan, tetapi juga kualitas edukasi yang diterima masyarakat. Karena itu, pemanfaatan teknologi digital perlu menjadi bagian dari strategi pembangunan kesehatan berbasis masyarakat di tingkat desa.

Program PKM tersebut juga diharapkan mampu melahirkan kader-kader edukasi digital yang dapat menjadi agen perubahan dalam menyebarluaskan informasi mengenai gizi seimbang, kesehatan ibu dan anak, pola asuh yang tepat, serta pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini.

BACA JUGA:  Dalam Gerakan Literasi, Guru Menjadi Teladan dan Inspirasi Anak

Sementara itu, Pejabat Kepala Desa Timbuseng Arifai SSos menyambut baik rencana pelaksanaan PKM oleh dosen FISIP Unismuh Makassar. Menurutnya, program tersebut akan memberikan penguatan kapasitas dan keterampilan warga dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi dan kampanye pencegahan stunting.

“Kehadiran dosen dan mahasiswa secara langsung di desa memberikan inovasi, pengetahuan baru, sekaligus solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Kami sangat mengapresiasi program ini karena dapat memperkuat upaya edukasi pencegahan stunting di Desa Timbuseng,” katanya.

Arifai mengungkapkan, saat ini masih terdapat empat anak yang terindikasi stunting di Desa Timbuseng. Penanganannya terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan instansi terkait.