Sementara itu, Pejabat Kepala Desa Timbuseng Arifai SSos menyambut baik rencana pelaksanaan PKM oleh dosen FISIP Unismuh Makassar. Menurutnya, program tersebut akan memberikan penguatan kapasitas dan keterampilan warga dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi dan kampanye pencegahan stunting.
“Kehadiran dosen dan mahasiswa secara langsung di desa memberikan inovasi, pengetahuan baru, sekaligus solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Kami sangat mengapresiasi program ini karena dapat memperkuat upaya edukasi pencegahan stunting di Desa Timbuseng,” katanya.
Arifai mengungkapkan, saat ini masih terdapat empat anak yang terindikasi stunting di Desa Timbuseng. Penanganannya terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan instansi terkait.
Melalui program PKM ini, diharapkan lahir model kampanye kesehatan berbasis media digital yang dapat direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Gowa maupun Sulawesi Selatan sebagai bagian dari percepatan penurunan angka stunting.













