Sidrap juga dikenal sebagai lumbung energi, dengan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) seluas 400 hektar dengan produksi daya sebesar 75 MW dengan 36 Turbin.
“Insyaallah ini akan berkembang menjadi 400 MW dengan tambahan 200 turbin,” ulasnya.
Bukan itu saja, saat ini Kabupaten Sidrap telah Lumbung Telur. “Dengan kenaikan signifikan di bawah kepemimpinan kami dan ibu Wabup yaitu 3,5 juta butir per-hari di tahun 2024 dan 5,2 juta butir perhari saat ini.”
“Sedangkan sebutan sebagai Lumbung Beras dengan luas lahan 52 ribu hektar, kami dapat panen 10 ton perhektar. Sebelumnya cuma dua kali panen setahun, saat ini petani kita sudah dapat panen 3 kali setahun,” ujarnya.
“Namun yang menggembirakan pada tahun 2024, kita cuma peringkat ke 21 untuk rata-rata pertumbuhan ekonomi. Saat ini rata-rata pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) melonjak tajam ke angka 7,71 persen. Capaian ini merupakan yang tertinggi di antara seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dan menempatkan Sidrap di posisi kelima se-Sulawesi serta ke-16 secara nasional,” katanya yang ditutup dengan pekikan “Sidenreng Rappang Saromase, Alako!.”













