SOIna Club UPT SLBN 2 Makassar Gelar Pengembangan Talenta Peserta Didik Bidang Olahraga

Ia mengundang anak-anak berkebutuhan khusus dan merekrut siswa sebagai pendamping. Dengan 34 anak dan 26 pendamping, acara ini sukses, dengan anak-anak bermain berbagai olahraga.

Pendamping yang awalnya ragu mulai menyadari bahwa anak-anak ini bukan “sulit” atau “tidak bisa diajari”; mereka hanya ingin bersenang-senang. Camp Shriver berlangsung selama empat tahun dan menjadi langkah awal penting sebelum lahirnya Special Olympics yang lebih besar.

Visi
Melalui gerakan Special Olympics, memberikan kesempatan kepada Penyandang Disabilitas Intelektual atau Orang Bertalenta Khusus (OBK) untuk menjadi warga negara yang berguna, produktif, diterima, dihargai, dan diakui kesetaraannya sebagai bagian dari masyarakat

Misi
Menyelenggarakan pelatiahan dan kompetisi olahraga olimpiade sepanjang tahun bagi Orang Bertalenta Khusus dan serta memberikan kesempatan yang berkesinambungan untuk membentuk fisik yang sehat, bugar, menunjukkan keberanian, merasakan kebahagiaan, serta dapat menunjukan kemampuan, keahlian, dan persahabatan, baik dengan keluarga, atlet Special Olympics lainnya, maupun masyarakat

SOIna atau Special Olympics Indonesia menyelenggarakan berbagai cabang olahraga untuk atlet dengan disabilitas intelektual. Tujuh cabang olahraga utama yang dibina oleh SOIna adalah atletik, bulu tangkis, tenis meja, sepak bola, bola basket, renang, dan bocce. Selain itu, ada juga cabang olahraga lain seperti bola voli, bola tangan, bowling, dan senam.

BACA JUGA:  Unhas Kukuhkan Tiga Professor Baru

SOIna juga menyelenggarakan kompetisi bertingkat, mulai dari tingkat Kabupaten/Kota (PORCAB), Provinsi (PORDA), Wilayah (PORWIL), hingga tingkat Nasional (PORNAS).