Janji Tiga Bulan, Tuntas Setelah Setahun: Kisah di Balik Lahirnya Buku “ALL IN, Saat Nurani Menjadi Undangan”

Ia kemudian bercerita tentang sebuah momen ketika Munafri Arifuddin (pak wali) menghadiri kegiatan ulang tahun K-apel di lorong Daeng Jakking Kota Makassar.

“Yang membuat saya terkesan adalah pak wali datang bukan karena menerima surat undangan resmi. Kami hanya menyampaikan undangan melalui pesan singkat kepada sekretaris pribadinya.”

br

Rahman Rumaday mengaku sempat memperoleh agenda resmi kegiatan Wali Kota pada hari itu dari pihak protokoler.

“Saya melihat sendiri jadwal pak wali sangat padat. Ada berbagai agenda pemerintahan yang besar, termasuk peresmian kegiatan penting. Tetapi di tengah semua agenda itu, pak wali tetap memilih datang ke sebuah lorong kecil untuk menghadiri kegiatan masyarakat. Di situlah saya merasa ada sesuatu yang berbeda. Saya melihat seorang pemimpin yang tidak sebatas memenuhi jadwal, tetapi memenuhi panggilan nurani.”

Menurutnya, peristiwa itulah yang kemudian melahirkan judul buku “ALL IN: Saat Nurani Menjadi Undangan.”

“Judul itu bukan muncul begitu saja. Saya merasa kehadiran pak wali waktu itu bukan karena selembar surat undangan, melainkan karena ada panggilan hati untuk hadir bersama masyarakat.”

BACA JUGA:  AKU KADER BUKAN KADERA

Rahman Rumaday juga meluruskan anggapan sebagian orang yang mengira dirinya memiliki hubungan dekat dengan Wali Kota Makassar.

“Mungkin ada yang berpikir saya menulis buku ini karena mengenal dekat Pak Wali Kota. Faktanya justru sebaliknya. Saya tidak memiliki hubungan pribadi dengan pak wali bahkan pak wali juga tidak mengenal saya secara personal sebelum kegiatan itu. Buku ini lahir bukan karena kedekatan, melainkan karena kekaguman terhadap sebuah sikap kepemimpinan yang saya saksikan sendiri.”

Ia menegaskan bahwa seluruh proses penulisan dilakukan secara sukarela sebagai bentuk kontribusi literasi bagi Kota Makassar.

“Saya tidak sedang membalas jasa siapa pun. Saya hanya ingin mendokumentasikan sebuah perjalanan yang menurut saya memiliki nilai inspiratif. Saya percaya, kisah perjuangan seseorang akan lebih bermakna ketika ditulis dan diwariskan kepada generasi berikutnya.”

Bagi Rahman Rumaday, tertundanya penyelesaian buku selama hampir satu tahun justru menjadi pelajaran bahwa sebuah janji memang membutuhkan tanggung jawab.

“Awalnya saya malu karena janji tiga bulan tidak terpenuhi. Namun hari ini saya bersyukur. Allah memberi kesempatan kepada saya untuk tetap menunaikan janji itu. Mungkin bukan tepat waktu, tetapi selesai dengan proses yang saya yakini lebih matang.”

brbr
brbr
br