“Misalkan untuk menunjukkan ‘Oh saya sebagai bagian dari masyarakat sudah ada lebih dahulu dari komunitas lain, dan ini barang buktinya’ atau misalkan untuk bilang ke orang dari kelompok masyarakat lain kalau ‘nenek moyang kamu sudah ada di masyarakat kami dari zaman dahulu, ini bukti barang sejarahnya’,” jelasnya.
Ia menuturkan, di tengah klaim orang mana yang paling pertama tinggal di suatu tempat, tanah, dan hak-hak lainmya, masyarakat tetap akan perlu saling rangkul. Ini juga dapat terlihat dari warisan budaya yang tidak dimuseumkan.
Geger mencontohkan, kecenderungan kerja sama dan aliansi mendukung mereka bertahan sebagai sebuah masyarakat. Objek budaya terkait kerja sama, seperti gong, adalah simbolnya. (Sumber : Detik)












