Raker 2026–2027, Unismuh Seleksi 2.263 Program untuk Dampak, Keberlanjutan, dan Reputasi Global

Dimensi berkelanjutan berkaitan dengan kemampuan institusi mengantisipasi sekaligus mengelola risiko, termasuk menjaga keberlangsungan sumber daya dan pembiayaan. Kemampuan tersebut diperlukan agar pengembangan pendidikan, penelitian, serta jejaring internasional dapat berlangsung secara konsisten.

Ribuan usulan program selanjutnya dibahas melalui lima komisi, yakni bidang Akademik dan Kerja Sama; Sumber Daya, Administrasi Umum, Keuangan dan Aset; Al-Islam Kemuhammadiyahan, Kemahasiswaan, Alumni dan Kaderisasi; Sistem Informasi, Penjaminan Mutu, Perencanaan dan Daya Saing; serta Komisi Kebijakan.

*Rektor Resmi Buka Raker*

Rektor Unismuh Makassar Dr Ir H Abd Rakhim Nanda, ST., MT., IPU. secara resmi membuka Raker Tahun Akademik 2026–2027.

Dalam sambutannya, Rakhim menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh unsur yang terlibat dalam menyiapkan Raker. Ia juga membangun suasana dialogis dengan peserta sebelum menyatakan Raker dibuka secara resmi.

Pembukaan tersebut menjadi penanda dimulainya pembahasan program kerja universitas yang berlangsung selama dua hari.

Raker menjadi ruang pertemuan para pimpinan dan pengelola unit untuk menyelaraskan berbagai program yang sebelumnya telah disusun di tingkat fakultas, program studi, badan, lembaga, direktorat, maupun unit lainnya.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKN Unhas Optimalisasi Program Kebun Mini di Desa Pallantikang

*BPH: Tiga Fondasi Perencanaan*

Ketua BPH Unismuh Makassar Prof Dr Gagaring Pagalung, M.Si., Ak., CA. menegaskan Raker harus melampaui kegiatan administratif yang berulang dari tahun ke tahun.

“Rapat kerja ini bukan sekadar agenda rutin,” tegas Gagaring.

Ia kemudian menggariskan tiga fondasi utama yang perlu menjadi perhatian dalam perencanaan program Unismuh.

Pertama, penguatan tata kelola dan akuntabilitas finansial. Menurutnya, pertumbuhan kelembagaan Unismuh harus diikuti dengan efisiensi anggaran, peningkatan akuntabilitas, serta tata kelola keuangan yang semakin baik.

Kedua, transformasi mutu dan internasionalisasi akademik. Perubahan standar pendidikan tinggi menuntut Unismuh untuk lebih berani memperluas jejaring riset internasional, memperkuat kualitas sumber daya dosen, serta menjaga mutu akreditasi institusi dan program studi.

Ketiga, penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Gagaring mengingatkan bahwa kemajuan akademik harus tetap berjalan seiring dengan nilai-nilai Kemuhammadiyahan. Unismuh diharapkan tetap menjadi bagian dari kekuatan peradaban Islam yang mencerahkan dengan menghasilkan lulusan yang bukan hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter kepemimpinan.