“Saya juga berharap kepada mahasiswa, peneliti, dan para dai muda agar tidak berhenti pada pengulangan narasi keislaman plastik, tetapi berani melakukan rekonstekstualisasi dan rekonstruksi hadis dengan semangat etis, inklusif, dan bertanggung jawab secara metodologis,” kunci Prof. Tasmin Tangngareng. (mda).
Prof.Dr. Tasmin Tangngareng, M.Ag: Hadis Nabi Justru Digunakan Menjustifikasi Kekerasan Simbolik
Rekomendasi untuk kamu

“Sebelumnya di Ruang Belajar Bantaran ini, beberapa teman membantik. Bahkan anak-anak juga diajak menggambar bersama,” tutur perupa yang juga akademisi itu. Anisah Putri, mahasiswa semester 5, Jurusan Administrasi Publik, mengaku…

Makassar, NusantaraInsight — Tim Polisi Cilik (Pocil) binaan UPT SPF SD Negeri Percontohan PAM meraih Juara I dalam Lomba Polisi Cilik tingkat Polda Sulawesi Selatan. Prestasi tersebut diraih dalam rangkaian…

Pengangkatan Dr. Affandy menjadi momentum penting bagi Universitas Patria Artha dalam mendorong implementasi penguatan pendidikan vokasi dan keahlian terapan di Sulawesi Selatan. Di bidang keorganisasian Tingkat Provinsi, Tingkat Nasional dan…

Wahyuddin Hakim Bahas Pendidikan Karakter dan Kurikulum Cinta Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Dr. H. Wahyuddin Hakim, M.Hum., membahas pappaseng dari perspektif pendidikan. Wahyuddin…

NusantaraInsight, MAKASSAR — Dalam upaya merespons tantangan dunia pendidikan yang dinamis serta memetakan potensi peserta didik secara optimal, Komunitas Belajar Mabbarakka UPT SMA Negeri 5 Makassar menyelenggarakan kegiatan In House…







