Prof.Dr.dr. Andi Kurnia Bintang, Sp.S (K), M.Kes: Cegah Cacat Stroke Perlu Pendekatan Multimodal yang Terintegrasi

Stroke
Foto bersama Prof.Dr.dr.Andi Kurnia Bintang, Sp.S.(K), M.Kes. dalam orasi ilmiah penerimaan jabatan Guru Besar dalam Bidang Neurovaskuler: Neurovaskuler & Neurooftalmologi-Neurootologi Fakultas Kedokteran Unhas, Rabu (22/1/2025).

Prevensi sekunder, kata Andi Kurnia Bintang, merupakan upaya terbaik menurunkan angka kecatatan. Salah satu strategi melalui pengendalian faktor risiko, yakni merupakan kondisi individu yang meningkatkan kerentanan individu untuk mengalami arteroskleorsis (suatu kondisi saat dinding pembuluh darah arteri menjadi kaku dan menebal karena penumpukan plak (lemak dan kolesterol) dan kalsium. Beberapa faktor dapat dikendalikan seperti hipertensi, diabetes melitus, hiperkolestoral, kebiasaan merokok, pola makan tidak sehat.

“Namun terdapat faktor yang tidak dapat dikendalikan seperti usia, jenis kelamin, ras-etnik, dan faktor genetik,” imbuh Prof. Andi Kurnia Bintang.

Ketua Departemen Neuologi Fakultas Kedokteran Unhas Dr.dr.Jumraini,Sp.S., Subsp.N.R.E. (K) pada acara ramah tamah usai acara pengukuhan dan pidato penerimaan jabatan Guru Besar itu mengatakan, kehadiran Prof.Dr.dr.Andi Kurnia Bintang, Sp.S. (K), M.Kes bagaikan turunnya hujan di tengah kemarau panjang merindukan hadirnya maha guru di Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Unhas, setelah Prof.Dr.dr.Amiruddin Aliah, M.M., Ap.S.(K) yang menjadi promotor pendidikan doktornya. (mda).

BACA JUGA:  Prof.Dr. Tadjuddin Maknun, SU Purnabakti: Lagi Meneliti Masuk Rumah Sakit dengan 8 Jahitan